Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. AJI Kota Jayapura tuntut Kapolda Papua tindak oknum polisi pemukul wartawan
  • Selasa, 02 Mei 2017 — 15:14
  • 1260x views

AJI Kota Jayapura tuntut Kapolda Papua tindak oknum polisi pemukul wartawan

"Tak boleh menggunakan aksi kekerasan untuk membatasi kegiaan junalistik seorang wartawan. Apabila wartawan tersebut tudak menggunakan ID Card maka gunakan cara persuasif untuk menanyakan indentitas wartawan tersebut," katanya.
Anggota AJI Kota Jayapura bersama jurnalis korban pemukulan polisi melaporkan kasus pemukulan tersebut di Polda Papua, Selasa (2/5/2017) - Jubi/Yuliana Lantipo
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura meminta kepada Kepolisian Daerah (Polda) Papua dalam hal ini Kapolda Papua Irjen Pol. Boy Rafli Amar untuk menindak tegas oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap wartawan tabloidjubi.com dan Koran Jubi yang melakukan peliputan di Polres Jayapura.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Kota Jayapura, Fabio Lopez Dacosta berharap aparat kepolisian kembali mempelajari regulasi tentang kebebasan pers dimana tak ada pembatasan untuk peliputan isu apapun di tanah Papua.

"Tak boleh menggunakan aksi kekerasan untuk membatasi kegiaan junalistik seorang wartawan. Apabila wartawan tersebut tudak menggunakan ID Card maka gunakan cara persuasif untuk menanyakan indentitas wartawan tersebut," katanya.

Menurutnya, kekerasan yang menimpa Yance menunjukan bahwa polisi belum menggunakan cara persuasif menangani kerja pers di tanah Papua khususnya mengenai isu-isu politik dan kasus hukum seperti korupsi.

"Saya berharap Yance yang mendapat pukulan dari beberapa oknum polisi bisa melaporkannya ke Bidang Propam Polda Papua untuk ditundak lanjuti," ujarnya.

Yance Wenda, korban pemukulan aparat mengaku dirinya mendapatkan sejumlah luka di wajahnya lantaran dipukul beberapa oknum polisi dari Polres Jayapura.

"Pelipis saya luka, mata bengkak, kepala benjol, dibelakang ada dua bekas pukulan rotan, dibahu juga bekas tendangan sepatu, bibir atas dan bibir bawah saya pecah gara-gara di pukul dan di tendang," katanya.

Yance mengusahkan, ketika itu sekitar pukul 08.00 WIT ada penangkapan massa KNPB. Mereka di bawa ke Polres Jayapura. Dirinya pun ikut untuk meliput namun tidak berada di halaman Polres.

"Saya jauh dari massa ketika massa di bawa masuk Polres, saya duduk di kios depan Polres. Saya tidak ambil gambar. Saya hanya mengamati, tidak lamaseorang anggota Polisi datang. Dia membuka kaca mata saya. Dia bertanya kepada saya, saya menjawab saya wartawan," ujarnya.

Ketika akan mengeluarkan surat tugas dari dalam tasnya, seorang anggota Polisi lainnya datang merampas tasnya. Beberapa anggota Polisi kemudian menarik Yance ke Polres sambil memukul dan menendang.

"Tiba di Polres saya di periksa. Disuruh buka baju. Mereka tanya saya, saya jawab saya wartawan. Mereka periksa tas saya dan menemukan surat tugas saya," katanya.

"Mereka kemudiab bertanya, kamu wartawan supanya. Saya jawab tadi saya sudah bilang saya. Saya mau kasi tunjuk surat tugas tapi kamu rampas tas saya. Mereka keluhatan bingung. Saya di bawa ke Polres pukul 09.00 WIT dan baru di ijinkan pulang pukul 13.40 WIT," ujarnya.

Ketua AJI Kota Jayapura, Eveert Joumilena berharap Kapolda Papua dapat menindak dengan tegas aknum polisi yang telah melakukan pemukulan tersebut.

"Oknum polisi tersebut harus dintindak dengan tegas. Tindakan tersebut sangat tidak manusia. Yance Wenda adalah wartawan, dan wartawan dilindungi oleh UU Pers," katanya.

Joumilena pun berharap pihak aparat kemanan bisa memahami UU Pers yang berlaku di Indonesia. "Wartawan tugasnya meliput dan memberikan kontrol sosial. Dari tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap jurnalis terus terjadi di Papua namun tidak ada penyelesaian secara hukum," ujarnya.

Pemimpin Redaksi tabloidjubi.com dan Koran Jubi, Dominggus Mampioper mengatakan terkait dengan Yance Wenda yang tidak memiliki ID Card dan hanya memegang surat tugas, karena Yance adalah wartawan baru yang bekerja di perusahaan pers yang dipimpinnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Polres Jayapura sebut puluhan aktivis KNPB telah dipulangkan 

Selanjutnya

Kasus pemukulan wartawan dilapor ke Propam Polda Papua 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe