Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemilik tanah Bougainville ajukan petisi tolak pertambangan
  • Selasa, 02 Mei 2017 — 16:17
  • 1293x views

Pemilik tanah Bougainville ajukan petisi tolak pertambangan

Sekelompok masyarakat pemilik lahan di Bougainville mengajukan petisi kepada pemerintah untuk menolak pemberian izin eksplorasi tambang oleh Bougainville Copper Ltd.
Lahan tambang di Bougainville./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Bougainville, Jubi – Sekelompok masyarakat pemilik lahan di Bougainville mengajukan petisi kepada pemerintah untuk menolak pemberian izin eksplorasi tambang oleh Bougainville Copper Ltd.

Pengaju petisi itu menghimpun diri dalam Asosiasi Pemilik Lahan Osikiang. Melalui petisi, mereka ingin mempertegas posisi mereka terhadap rencana pemberian izin penambangan di wilayah itu. Hal ini juga sebagai respons terhadap pernyataan pemerintah yang menyatakan bahwa Bougainville Copper Ltd akan kembali dengan pemberi dukungan yang berbeda.

Pemerintah Provinsi Bougainville kini adalah pemilik saham terbesar di Bougainville Copper Ltd setelah perusahaan multinasional Rio Tinto Tarik diri dari Papua Nugini dan memberikan kepemilikan sahamnya kepada pemerintah Papua Nugini dan pemerintah Bougainville.

Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill mengatakan bahwa jatah saham untuk pemerintah pusat dari Rio Tinto akan diberikan kepada pemilik lahan di Bougainville.

Namun, ketua Osikiang, Philip Miriori menyatakan mereka tidak akan pernah menerima saham Bougainville Copper Ltd karena itu berarti akan melanjutkan aktivitas pertambangan dan mengakibatkan kerusakan alam.

Di balik sikapnya yang terkesan keras seperti itu, kelompok Osikiang ternyata juga tidak sepenuhnya menentang pertambangan. Mereka telah membangun hubungan dengan konglomerat tambang berbasis di Australia, RTG Mining untuk membangun Central Me’ekamuni Exploration Ltd.

Bersama-sama, mereka mengajukan proposal dengan jaminan 50 persen saham bagi masyarakat Bougainville. Selain itu, mereka berkomitmen merehabilitasi lingkungan hingga bisa berproduksi penuh pada tahun 2026.

Izin pertambangan di lahan tambang Panguna, Bougainville telah lama bagai bara dalam sekam. Isu kerusakan lingkungan dan pembagian jatah saham serta konflik antara penduduk pribumi dengan kepolisian serta perusahaan tambang kerap terjadi. **

loading...

Sebelumnya

Korban kekerasan pemilu minta kompensasi berupa suara

Selanjutnya

DPRD Temotu pertanyakan pembangunan tambang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe