close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Pelayanan kesehatan di pedalaman Keerom terganggu  
  • Selasa, 02 Mei 2017 — 18:30
  • 1449x views

Pelayanan kesehatan di pedalaman Keerom terganggu  

Ahli gizi Puskesmas Waris, Wulan Kartika Sari mengatakan, sedikitnya delapan kampung di Distrik Waris yang telah memiliki Pustu masih sangat minim petugas kesehatannya.
Ketua Tim Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP)  Darwin Rumbiak berdialog dengan petugas kesehatan di Arso Barat, Kabupaten Keerom, beberapa waktu lalu – Jubi/Ist.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Akibat minimnya petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) di kampung-kampung di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, membuat sebagian besar masyarakat tak tersentuh layanan kesehatan.
 
Ahli gizi Puskesmas Waris, Wulan Kartika Sari mengatakan, sedikitnya delapan kampung di Distrik Waris yang telah memiliki Pustu masih sangat minim petugas kesehatannya.
 
“Kalau ada kampung yang belum ada Pustu, kami saat gelar Posyandu sekaligus melakukan Puskesmas keliling atau pemeriksaan dan pengobatan, hampir semua kampung memiliki Pustu, tapi minim petugas medis,” kata Wulan saat melakukan monitoring kesehatan di kampung-kampung Distrik Waris kepada wartawan, Minggu (30/4/2017).
 
Dikatakan, perilaku hidup kurang sehat dan makanan kurang bergizi membuat sedikitnya asupan gizi ke dalam tubuh, terutama anak-anak.
 
“Tidak ada gizi buruk, rata-rata menyerang balita hanya penyakit Ispa dan diare, kalau satu hingga dua bulan tak ada peningkatan berat badan, berarti ada kejanggalan,” ujarnya.
 
Untuk kampung Sach, Wulan mengatakan, sebelumnya belum ada Pustu hingga pihaknya terus gelar Puskesmas dan Posyandu keliling di kampung tersebut. Namun, setelah dibangunnya Pustu melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), ia berharap segera ada petugas kesehatan.
 
“Di kampung Sach yang paling rutin itu sebulan sekali dilakukan Posyandu, sebelum ada Pustu mereka harus berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya menuju Pustu Kalipay,” katanya.
 
Petugas kesehatan Puskesmas Waris, Paulus Psebo mengtakan, petugas kesehatan di Puskesmas Waris mencukupi, yang dikeluhkannya belum ada bangunan layak seperti Pustu di beberapa kampung, juga petugas yang ditempatkan di Pustu masih minim.
 
“Di Puskesmas kami tidak ada sepeda motor apalagi mobil, ini yang selalu menjadi hambatan kami saat melayani kesehatan dari kampung ke kampung lainnya,” kata Paulus. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelajaran Bahasa Sentani di sekolah dikaji 

Selanjutnya

University of Rhode Island jajaki kerjasama dengan Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4947x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4327x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4039x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2524x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2477x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe