Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Korban penangkapan di Timor Leste minta bantuan pemerintah
  • Senin, 03 Oktober 2016 — 14:04
  • 2006x views

Korban penangkapan di Timor Leste minta bantuan pemerintah

Suami dari korban penangkapan Antoneita Goncalves, Antonio Da Costa, mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu segera berkoordinasi dengan Pemerintah Timor Leste soal pembebasan istrinya yang ditangkap saat membawa babi ke negara itu untuk urusan adat.
Komplek pemukiman di Atambua. -- tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Atambua, Jubi - Suami dari korban penangkapan Antoneita Goncalves, Antonio Da Costa, mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu segera berkoordinasi dengan Pemerintah Timor Leste soal pembebasan istrinya yang ditangkap saat membawa babi ke negara itu untuk urusan adat.

"Kasus penangkapan istri saya ini sudah sebulan yang lalu dan kami sudah minta tolong sama Pemda, tetapi hingga kini belum ada jawaban dari Pemda Belu," katanya saat bertemu dengan Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto di Desa Haliwen, Atambua, Kabupaten Belu, Senin (3/10/2016).

Antonio mengaku istrinya ditangkap oleh polisi perbatasan asal Timor Lest di Batugade, yang jaraknya hanya sekitar 900 meter dari pintu perbatasan kedua negara.

Dia mengungkapkan istrinya ditangkap dengan tuduhan tidak mempunyai surat atau dokumen yang lengkap saat memasuki Timor Leste dengan membawa tiga ekor babi untuk urusan adat.

Padahal surat izin dari pos lintas batas Indonesia dari pihak imigrasi serta paspor sudah lengkap, kata Antonius.

Pasca ditangkap pada awal September lalu, istri dari Antonius langsung dibawa ke pengadilan untuk dihakimi dan pada akhirnya istri dari Antonius langsung dijebloskan ke dalam penjara dengan kepala dicukur botak.

"Banyak kasus penyelundupan sering terjadi di Timor Leste tetapi mereka tidak menangkapnya, tetapi saat istri saya membawa babi tiga ekor untuk urusan adat dan semua surat-surat lengkap dia justru ditangkap dan dibuat seperti seorang kriminal berat,sampai-sampai di cukur rambutnya padahal ia perempuan," tambahnya.

Antonius sendiri mengaku sejauh ini sudah menyampaikan kepada pemda setempat, tetapi tidak ada respon dari Pemda setempat, seolah-olah meremehkan hal tersebut.

Brigjen TNI Heri Wiranto yang mendengarkan keluh kesah dan harapan dari keluarga korban tersebut, mengaku prihatin dengan hal tersebut.

Namun, ia sendiri mengaku akan menyampaikan hal tersebut kepada Pemda Belu, serta Anggota DPRD Belu dan Gubernur NTT untuk membicarakan hal tersebut. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pengebom ikan masuk kategori teroris

Selanjutnya

Pemerintah diminta siapkan lahan parkir kapal listrik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe