Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Wartawan dipukul dan ditangkap, Legislator: pimpinan polisi harus minta maaf
  • Selasa, 02 Mei 2017 — 19:00
  • 1644x views

Wartawan dipukul dan ditangkap, Legislator: pimpinan polisi harus minta maaf

"Oknum polisi yang diduga melakukan pemukulan harus diusut. Kalau terbukti bersalah, diberikan sanksi berat. Kapolres juga harus minta maaf. Hal-hal seperti ini yang mencederai institusi kepolisian," kata Laurenzus Kadepa kepada Jubi, Selasa (2/5/2017).
Yance Wenda Bersama Pihak Jubi dan AJI Kota Jayapura Ketika Membuat Laporan di Subbag Yanduan Propam Polda Papua - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menyatakan, Kapolres Jayapura harus meminta maaf atas ulah oknum anggotanya, yang diduga memukul dan menangkap Yance Wenda wartawan Koran Jubi dan tabloidjubi.com, Senin (1/5/2017). Kejadian itu bermula saat Yance berada di kios yang jaraknya kurang lebih 50 meter di depan Polres Jayapura, mengamati massa KNPB yang diamankan di kantor kepolisian setempat. 

"Oknum polisi yang diduga melakukan pemukulan harus diusut. Kalau terbukti bersalah, diberikan sanksi berat. Kapolres juga harus minta maaf. Hal-hal seperti ini yang mencederai institusi kepolisian," kata Laurenzus Kadepa kepada Jubi, Selasa (2/5/2017).

Menurut anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM itu, harusnya oknum-oknum kepolisian memahami tugas dan fungsi pers. Pers dalam melaksanakan tugas jurnalistik dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers. Apa yang dialami Yance, kata dia, sudah dikategorikan upaya menghalang-halangi pers melaksanakan tugas-tugas jurnalistik seperti yang diatur dalam UU Pers. 

"Bab VIII pasal 18 UU Pers disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan  tindakan yang berakibat menghambat  atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat  (2) dan ayat  (3), dipidana dengan hukuman penjara paling lama dua tahun atau denda paling  banyak Rp500 juta," ujarnya. 

Ia juga menilai, kepolisian perlu memulihkan nama baik Yance Wenda. Menurutnya, jika mendengar kronologis versi kepolisian, seakan-akan Yance Wenda dianggap bagian dari massa KNPB sehingga dipukul dan ditangkap.

"Kalau polisi selalu bicara sesuai protap dan lainnya, saya pikir wartawan dalam melaksanakan tugas juga sesuai dengan aturan dunia jurnalistik. Kapolres Jayapura harus belajar dari Kapolres Mimika. Ketika ada yang tertembak saat demo karyawan Freeport, meski menurut Kapolres Mimika itu sudah sesuai protap, namun dari sisi kemanusian, ia berani meminta maaf," katanya. 

Yance telah melaporkan pemukulan dan penangkapan dirinya ke Propam Polda Papua, Selasa (2/5/2017) sekira pukul 14:20 WIT. 

Yance mendatangi Polda Papua didampingi Pimred Koran Jubi, Dominggus A Mampioper, redaktur Jubi, Yuliana Lantipo, Timoteus Marthen dan Komisi Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura, Lucky Ireuw, Ketua Bidang Pengembangan Organisasi AJI, Anang Budiono serta anggota AJI Kota Jayapura, Roy Ratumakin dan Veni Mahuze.

Seperti diketahui, kepada petugas Subbag Yanduan Propam Polda Papua Yance mengurai kronologis kejadian. Katanya, ketika itu ia berada di kios yang jaraknya kurang lebih 50 meter di depan Polres Jayapura sambil makan pinang, ia tengah mengamati penangkapan terhadap para aktivis KNPB Wilayah Sentani. Tak lama berselang, seorang anggota polisi datang menghampirinya. Anggota polisi itu mencopot kacamata yang digunakan Yance tanpa permisi dan bertanya dulu.

"Saya jawab, saya wartawan. Ketika akan menunjukkan surat tugas saya yang saya simpan di dalam tas, seorang anggota polisi lainnya merampas tas saya. Saya kemudian dibawa ke dalam Polres oleh beberapa oknum polisi sambil ditendang dan dipukul dengan tangan dan rotan," kata Yance di hadapan petugas Subbag Yanduan. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kasus pemukulan wartawan dilapor ke Propam Polda Papua 

Selanjutnya

Kapolda akan tindak kelompok bersenjata, Legislator: itu pernyataan usang 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe