Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Mubes, Solpap satukan pedagang asli Papua
  • Rabu, 03 Mei 2017 — 14:09
  • 1303x views

Mubes, Solpap satukan pedagang asli Papua

“Oleh sebab itu, saya pesan kepada mama-mama Papua, jangan berpikir ko orang gunung ka, orang pantai ka atau Papua dan Papua Barat. Itu satu upaya untuk memecah-belah persatuan mama-mama Papua,” katanya kepada Jubi di Jalan Percetakan Jayapura, Selasa. 
Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua, Anike Wakur ketika menyampaikan sambutan kepada sekaligus membuka musyawarah 1 Solpap – Jubi/Hengky
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) menggelar musyawarah besar (mubes), Selasa, 2 Mei 2017. 
Koordinator Solpap, Pdt. Dora Balubun mengatakan, mubes ini merupakan ajang untuk mempersatukan mama-mama pedagang asli Papua, sebab mereka merupakan tulang punggung dan landasan ekonomi orang asli Papua (OAP). 

“Oleh sebab itu, saya pesan kepada mama-mama Papua, jangan berpikir ko orang gunung ka, orang pantai ka atau Papua dan Papua Barat. Itu satu upaya untuk memecah-belah persatuan mama-mama Papua,” katanya kepada Jubi di Jalan Percetakan Jayapura, Selasa. 

Ia bahkan meminta agar mama-mama menjaga persatuan dan kesatuan. Namun lebih pada kemajuan ekonomi Papua. 

“Jagalah persatuan di pasar. Jaga perjuangan sampai akhir,” katanya. 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Papua, Ketua Sinode GKI Papua, Pengurus Solpap dan Mama mama Pedagang asli Papua yang ada di Kota Jayapura.

Dikatakannnya, selama 15 tahun pihaknya memperjuangkan pasar mama-mama Papua agar berdiri di tengah kota Jayapura. Namun masa kepemimpinan Presiden Jokowi proses pembangunan pasar ini terealisasi. Itu pun melalui perjuangan dengan air mata dan darah. 

“Setelah pasar berdiri kemudian kami diperhadapkan dengan Pokja Papua. Menjadi persoalan serius. Solpap bersikap bahwa persoalan ini harus diselesaikan dengan seksama, dan kami lakukan musyawarah untuk mengawal ini,” katanya. 

Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua, Anike Wakur mengapresiasi semangat perjuagan mama-mama yang gigih demi mendapatkan pasar ini. 

“Kalau mama-mama sudah bisa mengatur pasar untuk apa orang lain mengurus. Sudah ada wadah Solpap maka semua serahkan biar solpaplah yang mengaturnya,” kata Anike.

Ia juga meminta mama-mama Papua untuk mengikuti proses ini dengan baik. “Jangan marah-marah ketika berjualan, harus layani pelanggang dengan senyuman semua serahkan kepada Tuhan,” katanya. 

Dirinya juga mengapresiasi perjuagana Solpap yang selama ini sudah berjuang selama 15 tahun mendampingi mama-mama Papua.

Anike mengatakan, pejuangan pasar mama-mama Papua yang selama ini dikawal oleh almarhum Robert Jitmau, tentu tentu harus dihargai dan dijaga kebersamaan antarsesama mama-mama. 

“Jangan mama-mama baku rampas tempat jualan. Jangan jual tempat jualan ke orang non Papua. Usahakan mama-mama sendiri yang menjual sumberdaya alam Papua,” katanya.

Sementara itu salah satu pedagang asli Papua, Victoria Manokori mengatakan, pasar mama-mama menjadi tolok ukur pasar-pasar di Papua di bawah naungan Solpap. 

“Kami tidak mengakui jika pasar ini ditangani oleh oraganisasi lain seperti Pokja Papua,” katanya. 

Pihaknya juga meminta kepada Solapap agar dapat merangkul mama-mama Papua yang tersebar di Tanah Tabi, khususnya Kota Jayapura agar mereka dibina melalui wadah tersebut. 

Mama-mama pun meminta kepada pihak solpapa agar membangun komunikasi dengan mama- mama seperti yang telah dilakukan oleh almarhum Robert Jitmau, agar mama-mama tetap bersatu. 

Lanjut Victoria, Solpap juga harus merapung dalam musyawarah agar hasil pribumi dijual oleh OAP. 

“Solpap telah mengawal kami namun kedepan kami minta pemimpin baru nanti melakukan pembinaan kepada kami, kemudian juga mengawal pengelolaan pasar dan melatih kami untuk mengelola keuangan dan permodalan kami,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kelulusan 100 persen diharapkan jadi contoh untuk SMP 

Selanjutnya

Mubes hari kedua, pedagang asli Papua dibekali sejumlah materi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe