Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pers bukan musuh, tapi media kontrol sosial
  • Rabu, 03 Mei 2017 — 18:23
  • 2065x views

Pers bukan musuh, tapi media kontrol sosial

“Hari ini kita bisa mengetahui semua perkembangan informasi di belahan bumi ini karena ada pers. Sangat disayangkan kalau kemudian insan pers ini diperlakukan tidak wajar oleh oknum yang benar-benar penegak hukum. Hal ini harus ditindak juga dengan tegas berdasarkan prosedur hukum yang berlaku, karena semua kita harus menaati semua aturan hukum yang berlaku di negara ini,” katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu (3/5/2017).
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura, Kornelis Yanuaring – Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura, Korneling Yanuaring mengatakan, pers memiliki fungsi sebagai alat kontrol sosial, bukan musuh yang harus dilawan.

Hal ini dikatakan Kornelis menanggapi pemukulan terhadap wartawan Jubi, Yance Wenda oleh oknum polisi Senin kemarin. 

“Hari ini kita bisa mengetahui semua perkembangan informasi di belahan bumi ini karena ada pers. Sangat disayangkan kalau kemudian insan pers ini diperlakukan tidak wajar oleh oknum yang benar-benar penegak hukum. Hal ini harus ditindak juga dengan tegas berdasarkan prosedur hukum yang berlaku, karena semua kita harus menaati semua aturan hukum yang berlaku di negara ini,” katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu (3/5/2017).

Senada dikatakan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura, Karel Samonsabra. Menurut Karel, oknum polisi pemukul jurnalis Jubi perlu diberikan pemahaman lebih mendalam soal penanganan kasus yang melibatkan masyarakat. Apalagi tindakan seperti itu menimpa wartawan saat melaksanakan tugasnya. 

“Di hari kebebasan pers sedunia saat ini, perlu ada pemahaman secara bersama dan mendalam tentang tugas dan fungsi para pewarta kita. Apa moto yang diemban oleh pihak keamanan dalam melaksanakan tugasnya, saya pikir cara persuasif cukup menjadi dasar untuk menyelesaikan sebuah persoalan. Tidak harus dengan tindakan fisik yang merugikan orang lain,” kata Karel. 

Oleh sebab itu, dirinya sangat menyayangkan insiden pemukulan tersebut. “Kalau sudah seperti begini, bagaimana kita mau mengayomi masyarakat kita agar merasa nyaman?” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketua KPU Kabupaten Jayapura dituding tak paham aturan 

Selanjutnya

Capaian pendidikan memuaskan, tapi tak didukung dana

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe