Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Mubes hari kedua, pedagang asli Papua dibekali sejumlah materi
  • Rabu, 03 Mei 2017 — 18:32
  • 1978x views

Mubes hari kedua, pedagang asli Papua dibekali sejumlah materi

Pemberian pemahaman itu dilakukan melalui seminar setelah sebelumnya melakukan evaluasi dan otokritik terhadap sesama pedagang asli Papua dan pengurus Solpap.
Pedagang-pedagang asli Papua sedang menerima materi pada seminar Solidarita Pedagang Asli Papua (Solpap) di pasar sementara di Jalan Percetakan Jayapura – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) kini memasuki hari kedua penyelenggaraan musyawarah besar (mubes) pada Rabu (3/5/2017) dengan membekali mama-mama pedagang asli Papua sejumlah materi.

Pemberian pemahaman itu dilakukan melalui seminar setelah sebelumnya melakukan evaluasi dan otokritik terhadap sesama pedagang asli Papua dan pengurus Solpap.

Ketua panitia mubes, Frengky Warer mengatakan, pemateri-pemateri yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) Papua, Pdt. Albert Yoku, dosen Universitas Cenderawasih (Uncen) Avelinus Levaan, dosen Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Yan Ukago dan perwakilan Keuskupan Timika.

“Hari kedua ini mereka dibekali materi yang berkaitan dengan pasar, pengembangan ekonomi kerakyatan, dan gerakan persatuan dari Keuskupan Timika. Faktor-faktor apa saja yang menghambat kemajuan, khususnya pedagang asli Papua dalam mengembangkan usahanya,” kata Frengky.

Menurutnya, apapun aspirasi yang disampaikan akan dihimpun dan dimasukkan sebagai pedoman untuk pemimpin baru Solpap periode mendatang.

“Mama-mama juga menginginkan agar sosok yang terpilih harus seperti alamarhum Robert Djimau yang mampu merangkul mama-mama pasar di Tanah Tabi ini,” ujarnya.
Soal pembagian tempat di pasar baru, lanjutnya, hal itu akan disinkronkan dengan jumlah dan kondisi mama-mama Papua.

Dosen USTJ Yan Ukago dalam pemaparan materinya mengajak mama-mama Papua agar dapat memenej waktu dengan baik.

“Hal ini harus diatur oleh Solpap nanti, sebab mama-mama pasar (pedagang asli Papua) juga harus mempunyai waktu bersama anak-anaknya di rumah. Dampak dari mereka full time di pasar ini membuat anak-anaknya termarginalkan,” kata Yan.

Ia juga menjelaskan soal aspek kegagalan mama-mama Papua dalam berusaha. Menurutnya, produsen harus melaksanakan fungisnya sebagai produsen, sementara penjual harus diakomodir agar mama-mama mempunyai waktu bersama keluarga di rumah.

Sekadar diketahui usai seminar, dilanjutkan dengan sidang tata tertib (tatib) dan dilanjutkan hari ketiga, Kamis, 4 Mei 2017. (*)

loading...

Sebelumnya

Mubes, Solpap satukan pedagang asli Papua

Selanjutnya

Ketua GKI: Gereja menolong umatnya melalui berbagai aspek

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe