Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Tukang bangunan banting setir jadi penjual es cendol
  • Rabu, 03 Mei 2017 — 18:42
  • 2685x views

Tukang bangunan banting setir jadi penjual es cendol

“Sejak memasuki usia 60-an saya tidak sanggup lagi mengangkat beban berat, lalu beralih pekerjaan menjadi pedagang es cendol ini,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (3/5/2017).
Parjinto sedang melayani pembeli yang memesan es cendol - Jubi/David Sobolim.
David Sobolim
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Parjinto, 80 tahun, sehari-hari menjajakan dagangan es cendol di Terminal Expo. Ia sudah datang pukul 9 pagi dan berjualan hingga pukul 2 siang.
 
“Sejak memasuki usia 60-an saya tidak sanggup lagi mengangkat beban berat, lalu beralih pekerjaan menjadi pedagang es cendol ini,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (3/5/2017).
 
Ia mengawalinya dengan coba-coba, akhirnya semakin hari semakin banyak yang membeli. Inilah yang menyebabka ia tetap bertahan dengan jualannya.
 
Parjito merantau ke Jayapura pada 1970 sebagai tukang bangunan. Ia ikut mengerjakan sejumlah bangunan di Jayapura yang waktu itu sedang giat-giatnya membangun. Di antaranya perumahan Pemda di Kotaraja Dalam, kolam pemandian di kediaman mantan Gubernur Irian Jaya (Papua) Jacob Klofkamp di Jayapura.
 
Seiring usia yang tak kuat lagi bekerja berat, ia pun berjualan es cendol.
 
“Es cendol paling laku saat cuaca panas, karena orang dari Sentani mau ke Abe dari Abe sebaliknya pasti akan beli es cendol di sini, karena menjual di Terminal,” ujarnya.
 
Ia mengaku pendapatan rata-rata tergantung cuaca, jika panas sehari bisa lebih Rp500 ribu. Tetapi jika cuaca kurang bagus, pendaparan kurang. Ia menjual sekantong es cendol Rp5 ribu.
 
Yanias yang sering membeli es cendol Parjito mengaku senang membeli karena “Pak De Parjito sangat ramah melayani pembeli.
 
“Jadi semua orang kenal dia dan pasti kalau di Terminal Expo  mau minum es cendol ya beli ke Pak De,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sukseskan bantuan non tunai, Dinsos siapkan 19 E-warung

Selanjutnya

Perkenalkan ke masyarakat, Pertamina siapkan 1000 tabung bright gas 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe