Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Lima bahasa daerah di Tanah Papua telah punah
  • Rabu, 03 Mei 2017 — 18:51
  • 2766x views

Lima bahasa daerah di Tanah Papua telah punah

“Dari empat tersebut, bahasa Tandia sudah tidak ada lagi penuturnya dan diperkirakan masyarakat setempat juga sudah tidak menggunakan bahasa daerah tersebut, untuk bahasa daerah Mapia, hanya tinggal satu orang penutur, namun data tersebut dimbil sekitar 1990-an,” ujarnya kepada Jubi di ruang kerjanya, Rabu (3/5/2017).
Kepala Balai Bahasa Papua Toha Machsum saat memberikan materi pada seminar sehari “Merawat Kebinnekaan Melalui Sastra” beberapa waktu lalu – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi –
Koordinator Pemetaan Bahasa Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko mengatakan, lima bahasa daerah di Tanah Papua sudah punah. Kelima bahasa adalah bahasa Tandia (Teluk Wondama), Mapia (Kabupaten Supiori), Safoni (Waropen), Bonerif (Mamberamo Raya), dan Wario (Waropen).
 
“Dari empat tersebut, bahasa Tandia sudah tidak ada lagi penuturnya dan diperkirakan masyarakat setempat juga sudah tidak menggunakan bahasa daerah tersebut, untuk bahasa daerah Mapia, hanya tinggal satu orang penutur, namun data tersebut dimbil sekitar 1990-an,” ujarnya kepada Jubi di ruang kerjanya, Rabu (3/5/2017).
 
Sedangkan bahasa daerah Safoni dan Bonerif penurutnya tinggal empat orang. Bahasa daerah Wario tinggal lima orang penutur. Ini data terakhir 2016.
 
“Punahnya bahasa daerah tersebut, menurut Sanjoko, disebabkan faktor sikap pemilik bahasa sendiri dan juga respon penerima bahasa daerah.
 
“Pemilik bahasa atau moyang-moyang tidak meneruskan bahasa daerah mereka kepada masyarakatnya atau anak-anaknya, sehingga tergerus oleh masuknya bahasa lain,” katanya.
 
Dikatakan, dengan punahnya kelima bahasa daerah tersebut diharapkan pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten dan kota harus aktif memberikan pemahanan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga bahasa daerah agar tidak punah.
 
“Edukasi itu dimulai dari orang tuan kepada anak-anak mereka, orang tua harus lebih aktif memberikan pembelajaran terkait bahasa daerah dan minimal komunikasi dalam rumah menggunakan bahasa daerah, tujuannya untuk anak-anak tersebut bisa paham dan mengerti bahwa selain bahasa Indonesia mereka juga mempunyai bahasa daerah atau bahasa ibu,” ujarnya.
 
Data 2016 Balai Bahasa Papua dan Papua Barat, di dua provinsi terdapat 372 bahasa daerah.
 
Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan daerah, Dr. James Modouw kepada Jubi mengatakan, pendidikan bahasa daerah penting untuk anak-anak usia sekolah agar bahasa daerah tidak kalah dari Bahasa dan  budaya luar. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Penderita kusta di Kota Jayapura tercatat 127 orang

Selanjutnya

Satu dari enam bahasa daerah di Kota Jayapura terancam punah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe