Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Sejumlah siswa SMP di Yahukimo tak diikutkan UN  
  • Jumat, 05 Mei 2017 — 09:02
  • 2043x views

Sejumlah siswa SMP di Yahukimo tak diikutkan UN  

Ia mengatakan, hasil temuannya di lapangan ketika melakukan pemantauan di distrik tersebut, sebanyak empat siswa dari 16 peserta UN di SMP Negeri Anggruk tak diperbolehkan ikut UN, karena tidak memiliki nomor peserta.
Siswa SMP sedang belajar - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi V DPR Papua, komisi yang membidangi pendidikan, Natan Pahabol mengatakan, sedikitnya 10 orang siswa SMP di Distrik Anggruk dan Distrik Nipsam, Kabupaten Yahukimo tak diizinkan sekolahnya mengikuti Ujian Nasional (UN) hanya karena masalah administrasi.
 
Ia mengatakan, hasil temuannya di lapangan ketika melakukan pemantauan di distrik tersebut, sebanyak empat siswa dari 16 peserta UN di SMP Negeri Anggruk tak diperbolehkan ikut UN, karena tidak memiliki nomor peserta.
 
"Keempat siswa itu adalah Abisa Kabak, Amir Sama, Abis Kabak, dan Pontinus Pahabol, kepala sekolah melarang mereka ikut UN dengan alasan tidak memiliki nomor peserta," kata Natan, Kamis (4/5/2017).
 
Di SMP Distrik Nipsam, lajut dia, juga sama. Enam siswa tak diizinkan ikut UN lantaran tak memiliki nomor peserta. Mereka adalah Donator Yando, Durce Mirin, Ela Sawan Yando, Elianus Yando, Eliakim Yalak, dan Enius Yando.
 
"Padahal mereka ini bersekolah di SMP tersebut sejak kelas I, jangan karena alasan administrasi sehingga menghambat anak-anak ini melanjutkan studinya," ujarnya.
 
Menurutnya, tak menutup kemungkinan, hal serupa dialami siswa SMP lain di Yahukimo. Kepala Dinas Pendidikan Yahukimo dan kepala sekolah SMP terkait harus bertanggungjawab.
 
"Ini alasan tidak masuk akal, administrasi dibuat dan diubah oleh manusia, harusnya kepala sekolah dan dinas pendidikan setempat bisa mencari solusinya, ini sama saja membunuh masa depan anak-anak," katanya.
 
Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Nioluen Kotouki mengatakan, harusnya masalah administrasi tak menghambat siswa ikut UN.
 
"Saya pikir pihak sekolah dan dinas pendidikan bisa mencari solusinya kalau ada masalah seperti ini, arusnya jauh-jauh hari kesiapan administrasi siswa sudah dipastikan, kalau ada masalah segera diselesaikan agar ketika UN tak ada masalah lagi," kata Nioluen. (*)

loading...

Sebelumnya

50 siswa SMA/SMK Kota Jayapura lomba pidato narkoba

Selanjutnya

UP2KP akan pantau pelayanan kesehatan di 18 kabupaten

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe