Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Satu hektare sawah bisa panen 80 karung gabah padi
  • Jumat, 05 Mei 2017 — 17:37
  • 2318x views

Satu hektare sawah bisa panen 80 karung gabah padi

“Rata-rata setiap kepala keluarga membuka satu hektare. Tetapi ada juga sampai tiga hektare. Tergantung kemampuan dan modal yang dimiliki,” ungkap Martinus kepada Jubi Jumat (5/5/2017). 
Padi milik petani di SP-7, Kampung Hidup Baru yang siap dipanen – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi- Sekretaris Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Martinus Bolilera mengatakan, secara umum masyarakat di kampung tersebut adalah petani. Setiap tahunnya mereka membuka lahan persawahan seluas 1-3 hektare. 

“Rata-rata setiap kepala keluarga membuka satu hektare. Tetapi ada juga sampai tiga hektare. Tergantung kemampuan dan modal yang dimiliki,” ungkap Martinus kepada Jubi Jumat (5/5/2017). 

Dijelaskan, untuk satu hektare, biasanya hasil panen  yang didapatkan sekitar 80 karung gabah. Itu pun kalau hasil baik dan tidak terjadi hujan. Kalau hujan terus dipastikan hasil panen akan menyusut hanya mencapai 50-60 karung. 

Lanjutnya, biasanya petani setempat memanen gabah dengan menyewa harvester combine (mesin pemanen). Untuk satu hektare, biaya sewa sekitar Rp 1.650.000.

“Ya, mau tidak mau menggnakan alat tersebut, karena sekaligus digunakan untuk mengisi di dalam karung,” tuturnya. 

Katanya lagi, Kampung Hidup Baru, hanya satu harvester combine. Jadi, kadang petani mendatangkan dari tempat lain dengan tujuan agar gabah cepat dipanen.

"Kita tak bisa memanen gabah secara manual, mengingat hampir semua petani membuka lahan sawah antara 1-3 hektare,” tuturnya. 

Disinggung hasil panen tahun ini, Martinus mengaku sangat baik. Hanya saja curah hujan sangat tinggi. Sehingga sebagian padi terendam banjir dan dipastikan hasil panen mengalami penurunan. 

Warga lainnya, Nasli mengakui juga hasil panen tahun ini, tidak seperti tahun sebelumnya. Karena curah hujan terlalu tinggi, sehingga areal persawahan terendam banjir. 

“Dengan demikian, harvester combine tak bisa masuk memanen. Satu-satunya jalan adalah dengan memanen secara manual. Itu pun tidak maksimal dilakukan,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Orang Buti harus diberikan penghargaan

Selanjutnya

Dewan minta pembangunan kantor Bupati Merauke dilanjutkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe