TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Satgas Kaki Telanjang dan Terapung akan berakhir 2018
  • Sabtu, 06 Mei 2017 — 12:56
  • 3011x views

Satgas Kaki Telanjang dan Terapung akan berakhir 2018

Direktur UP2KP Agustinus Raprap mengatakan, pemerintah kabupaten dan kota harus mencontohi apa yang sudah dilakukan Dinkes Papua yang telah membentuk Satgas Kesehatan yang sudah berjalan tiga tahun dan akan berakhir tahun depan tersebut.  
Tim Satgas Kijang Wagomani ketika melakukan pelayanan dari rumah ke rumah – Jubi/Ist.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Program Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang dan Terapung akan berakhir pada 2018 sejak dimulai 2015. Untuk antisipasi, Unit Percepatan Pembangunan dan Kesehatan Papua (UP2KP) berharap setiap pemerintah kabupaten dan kota di Papua bisa mengambil inisitif untuk membentuk satgas yang khusus melayani kesehatan di daerah-daerah terpencil.
 
Direktur UP2KP Agustinus Raprap mengatakan, pemerintah kabupaten dan kota harus mencontohi apa yang sudah dilakukan Dinkes Papua yang telah membentuk Satgas Kesehatan yang sudah berjalan tiga tahun dan akan berakhir tahun depan tersebut.
 
“Para tenaga kesehatan kontrak terdiri dari sejumlah profesi kesehatan yang direkrut Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk ditempatkan di berbagai Puskesmas terpencil dan terisolir di Papua, da tenaga dokter, bidan, perawat, ahli gizi, apoteker, dan ahli kesehatan lingkungan,” jelasnya kepada Jubi di Jayapura, Jumat (5/5/2017).
 
Menurutnya, masalah anggaran bisa didorong menggunakan dana kesehatan yang dikucurkan dari Pemerintah Provinsi Papua.
 
“Semuanya bisa kalau pemangku kepentingan dapat melihat persoalan kesehatan yang terjadi di daerahnya masing-masing,” ujarnya.
 
Menurut data Dinas Kesehatan Papua, pada 2015 terdapat 96 tenaga kesehatan yang diturunkan kepada 12 Puskesmas di 9 kKabupaten. Jumlah ini meningkat pada 2016 menjadi 162 tenaga kesehatan untuk melayani 26 Puskesmas di 18 kabupaten.
 
Rencananya tahun 2017, Dinkes Papua akan menambah jumlah Puskesmas, namun mempertahankan jumlah tenaga Satgas Kijang seperti 2016, dimana jumlah profesi tiap Puskesmas yang dulu 6-8 orang dikurangi menjadi 4-5 orang.
 
Dari sisi anggaran, tenaga kontrak Satgas Kijang ini pun tidak membebankan keuangan daerah. Pada 2015 alokasi anggaran yang disediakan hanya Rp 9,4 miliar. Sedangkan pada 2016 dan 2017 disediakan Rp14,5 miliar.
 
Sebelumnya, Direktur Eksekutif UP2KP drg. Aloysius Giyai mendorong program pelayanan kesehatan bergerak di kabupaten dan kota, baik mengikuti model pelayanan satuan tugas kaki telanjang (satgas kijang) di Provinsi Papua maupun pelayanan terapung dan terbang. (*)

loading...

Sebelumnya

UP2KP akan pantau pelayanan kesehatan di 18 kabupaten

Selanjutnya

Mahasiswa minta pemkab Jayawijaya bangun asrama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4869x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4293x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4162x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3490x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2944x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe