Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Pemkab Deiyai komit perhatikan yayasan pencetak SDM  
  • Sabtu, 06 Mei 2017 — 13:26
  • 2432x views

Pemkab Deiyai komit perhatikan yayasan pencetak SDM  

Hal itu dikatakan Bupati Deiyai, Dance Takimai melalui Assisten I Setda Deiyai, Simon Mote bahwa kini sudah saatnya pemerintah harus membalas budinya dengan memperhatikan secara serius tehadap sekolah-sekolah yang dikelola kedua yayasan tersebut.
Assisten I Setda Deiyai, Simon Mote (kanan) bersama Kabid Menengah P&P Deiyai – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Deiyai, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai mengakui gereja Katolik dan Kingmi melalui yayasannya yakni YPPK dan YPPGI telah banyak mencetak sumber daya manusia (SDM) sejak masa lalu hingga kini.
 
Hal itu dikatakan Bupati Deiyai, Dance Takimai melalui Assisten I Setda Deiyai, Simon Mote bahwa kini sudah saatnya pemerintah harus membalas budinya dengan memperhatikan secara serius tehadap sekolah-sekolah yang dikelola kedua yayasan tersebut.
 
“Gereja Katolik dan Kingmi melalui YPPK dan YPPGI telah melahirkan banyak SDM yang kini menduduki berbagai posisi dan profesi di pemeirntahan serta swasta. Maka, sudah saatnya pemerintah harus memperhatikan secara serius terhadap sekolah-sekolah YPPK dan YPPGI untuk membalas jasa mereka,” tandas Simon Mote pada seminar di Aula Dimipuduu Diyai, Deiyai akhir pekan kemarin.
 
Direktur Eksektif YPPK Tillemans Keuskupan Timika mengatakan, identitas dan karakteristik pendidikan Katolik berpusat pada pribadi Yesus Kristus.
 
Ia bahkan menjelaskan masalah umum dalam pendidikan YPPK, bahwa pendidikan dipenjarakan dalam relasi kepentingan  politik ekonomi, di antaranya pendidikan instan atau ijasah instan, manajemen sekolah yang lemah dan tertutup, ketenagaan, kurang memberi perhatian pada kaum miskin (option for the poor ).
 
“Kelebihan dan kelemahan bagi Orang Papua ialah uang banyak entah dari Otsus, PAD, APBN, donator dan lainnya. Semangat menambah sekolah  masih tinggi, ya kampus masih produksi guru-guru. Tapi, ada tenaga guru sukarela dari jurusan lain bukan jurusan pendidikan,” katanya.
 
Ia menambakan, salah satu faktor sekolah YPPK semakin lemah lantara korupsi dan manajemen keuangan lemah serta kualitas dan kuantitas tenaga rendah. “Orientasi ke birokrasi pemerintah. Tenaga sukarela juga tidak memiliki metode mengajar,” paparnya. (*)

Sebelumnya

2017, dandes Paniai mencapai Rp1 miliar per kampung

Selanjutnya

Kwarcab 26-26 Deiyai laporkan hasil seleksi peserta Rainas XI 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe