Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. RSUD Wamena berlakukan larangan makan pinang dan merokok
  • Sabtu, 06 Mei 2017 — 13:36
  • 1959x views

RSUD Wamena berlakukan larangan makan pinang dan merokok

"Termasuk pembatasan jam besuk, itu sangat baik sebab selama ini satu pasien bisa ditunggu oleh lima hingga enam orang dan banyaknya pengunjung membuat pasien lain terganggu," katanya.
Wakil Bupati Jayawijaya didampingi Kabag Humas ketika mengunjungi RSUD Wamena, Rabu (3/5/2017)-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Setelah memberlakukan pengurangan waktu berkunjung dan jumlah pengunjung pasien, kali ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena siap memberlakukan larangan makan pinang dan dilarang merokok di are RSUD.

Direktur RSUD Jayawijaya, Dr. Felly G. Sahureka mengatakan, sosialisasi tentang larangan makan pinang dan mengisap rokok, termasuk pengurangan jam besuk dan jumlah pengunjung di RSUD, di mana hal ini sudah dilakukan selama sebulan melalui media massa dan secara perlahan-lahan mulai diterapkan.

“Larangan makan pinang dan mengisap rokok di lingkungan rumah sakit, pertama kita mulai dari petugas rumah sakit sendiri kemudian pasien serta pengunjung pasien," kata dokter Felly kepada wartawan di RSUD Wamena, Rabu (3/5/2017).

Menurutnya, masyarakat atau pengunjung pasien boleh merokok dan makan pinang namun tidak di dalam lingkungan rumah sakit.

"Sementara untuk jam kunjung dari pagi mulai pukul 11:00 WIT pagi sampai 13:00 WIT siang, kalau sore hari pukul 17:00 WIT atau jam lima sore sampai 19:00 WIT (jam tujuh malam). Di luar dari jam itu kami akan kunci pintu, kecuali bagi warga yang memiliki kartu penunggu pasien," katanya.

Larangan makan pinang dan merokok hingga pembatasan jam berkunjung ini mendapat dukungan pemerintah daerah setempat.

Menurut Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua, langkah dari managemen rumah sakit ini sejalan dengan keinginan pemerintah daerah, khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

"Kita apresiasi langkah ini, sebab langkah yang dilakukan sejalan dengan keinginan saya dan bupati. Saya mengharapkan masyarakat mendukung dengan mematuhi aturan-aturan tersebut sebab peraturan ini bertujuan untuk peningkatan pelayanan," kata Jhon Banua di saat mengunjungi RSUD Wamena, Rabu (3/5/2017).

Diakui Jhon Banua, makan pinang memang budaya masyarakat namun perlu dipikirkan bahwa dampak makan pinang dan isap rokok di kawasan rumah sakit sangat banyak, misalnya membuat rumah sakit kotor dan juga asap rokok dapat menyebabkan pasien yang tidak merokok bisa terganggu.

"Termasuk pembatasan jam besuk, itu sangat baik sebab selama ini satu pasien bisa ditunggu oleh lima hingga enam orang dan banyaknya pengunjung membuat pasien lain terganggu," katanya.

“Dari kunjungan saya ke RSUD juga, ditemui masyarakat dewasa menggunakan tempat tidur yang seharusnya digunakan oleh pasien anak, sehingga melalui peraturan tersebut diharapkan tidak lagi terjadi hal yang sama,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Jayawijaya siap sambut kunjungan Presiden Jokowi

Selanjutnya

Renovasi asrama mahasiswa Jayawijaya di Jayapura ditargetkan rampung tahun ini

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe