Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Presiden diminta jelaskan apa itu Pokja Papua saat peresmian pasar nanti
  • Minggu, 07 Mei 2017 — 08:30
  • 1659x views

Presiden diminta jelaskan apa itu Pokja Papua saat peresmian pasar nanti

"Presiden harus jelaskan pada kami Pokja Papua itu barang apa? Kenapa mau atur-atur kami di pasar. Betul ka presiden yang suruh?” tanya mama Mince, Sabtu (6/5/2017) saat hadir dalam Musyawarah Besar (Mubes) Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) di Jayapura.
Mama-mama pedagang asli Papua saat bermusyawarah sebelum memulai proses Mubes yang melibatkan sekitar 300an pedagang asli Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura - Jubi/Nelius Wenda
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Sekitar 300an pedagang asli Papua meminta kepada Presiden Joko Widodo menegaskan apa fungsi kelompok yang menamakan diri mereka Kelompok Kerja (Pokja) Papua. Kelompok ini seringkali menggunakan nama Presiden Indonesia ini dalam aktivitasnya di Pasar Mama-Mama Papua hingga di hadapan pejabat Provinsi Papua maupun Kota Jayapura.

“Kami dengar Presiden Jokowi (Joko Widodo) akan datang resmikan pasar baru yang dibangun itu (Pasar Mama-Mama Papua). Presiden harus jelaskan pada kami Pokja Papua itu barang apa? Kenapa mau atur-atur kami di pasar. Betul ka presiden yang suruh?” tanya mama Mince, Sabtu (6/5/2017) saat hadir dalam Musyawarah Besar (Mubes) Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) di Jayapura.

Perempuan yang sehari-harinya berdagang sayur di pasar sementara di Jalan Percetakan merasa aneh karena Presiden Jokowi membangun pasar untuk Mama-Mama Papua tapi orang dari Jakarta yang mengaturnya.

“Presiden sendiri yang bilang, ini pasar untuk mama-mama Papua. Kenapa ada orang Jakarta yang mau atur-atur? Kalau pemerintah kota yang atur mungkin betul (masuk akal). Orang Jakarta yang bawa-bawa presiden punya nama ini, betul ka tipu-tipu?” tanyanya lagi.

Kalau betul memang presiden yang meminta Pokja Papua ini mengatur pasar yang akan diresmikan itu, Mama Mince berharap, presiden menjelaskan sendiri saat meresmikan pasar nanti. Kalau tidak, presiden juga harus menegaskan siapa yang bertanggungjawab mengelola pasar tersebut.

“Pasar baru itu kan presiden yang bangun, jadi presiden harus kasih jelas siapa yang bertanggungjawab. Supaya nanti jangan baku tolak antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota,” ujar Mama Mince.

Dalam kesempatan yang sama, Meyti Ronsumbre, aktivis Solpap mendesak Pemerintah Provinsi Papua untuk melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Jayapura, Kementerian BUMN dan Solpap untuk memastikan pengelolaan pasar nantinya.

“Mama-mama pedagang asli Papua sudah sepakat tidak akan masuk ke pasar yang baru sebelum siapa yang bertanggungjawab mengelola pasar dan pembagian tempat jualan diselesaikan. Kami harap pemerintah bisa cepat menyelesaikan masalah ini,” kata Meyti.

Sejak Selasa-Sabtu (2-6 Mei) sekitar 300an pedagang asli Papua terlibat dalam Mubes Solpap. Mama-mama ini datang dari sekitar Kota Jayapura, Abepura, Waena hingga Sentani. Selama lima hari para pedagang asli Papua yang biasa berjualan sayur mayur, ikan, asesoris, noken hingga pinang ini berdiskusi untuk mengorganisir diri mereka sendiri, para pedagang asli Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura. Mubes Solpap ini diakhiri dengan pemilihan badan pengurus Solpap yang baru. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Perkenalkan ke masyarakat, Pertamina siapkan 1000 tabung bright gas 

Selanjutnya

Kepengurusan baru, Solpap gulirkan 10 rekomendasi untuk pendampingan Pedagang Asli Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe