Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. CLD: Indonesia bersilat lidah di Jenewa
  • Minggu, 07 Mei 2017 — 16:33
  • 1518x views

CLD: Indonesia bersilat lidah di Jenewa

CLD juga menuding Indonesia hanya berkilah dari kenyataan pelanggaran HAM di Papua, serta tak punya respon berarti terkait desakan-desakan internasional untuk memperbaiki situasi HAM dalam negeri.
Aksi mahasiswa Papua di Jakarta tahun 2015 menuntut penuntasan pelanggaran HAM berat Paniai Berdarah – kabarmapegaa.com
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Para pengacara HAM yang tergabung dalam Civil Liberty Defenders (CLD) mengritisi sikap Pemerintah Indonesia yang mereka anggap defensif pada sesi ke-27 Universal Periodic Review (UPR) di Jenewa, Swiss (3/5).

Mereka juga menuding Indonesia hanya berkilah dari kenyataan pelanggaran HAM di Papua, serta tak punya respon berarti terkait desakan-desakan internasional untuk memperbaiki situasi HAM dalam negeri, khususnya situasi HAM kelompok LGBT.

“Terkait penyelesaian pelanggaran HAM di Papua, tim yang disebut-sebut Menlu Retno di UPR ini sudah dikecam berbagai pihak, khususnya para pekerja HAM di Papua, sejak pendiriannya, karena tim tersebut tidak independen dan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM,” ujar Uchok Sigit dalam pernyataan pers kelompok tersebut yang diterima redaksi Minggu, (7/5/2017).

Baca juga: 11 negara tanya kemajuan penegakan HAM Papua di UPR-27, tidak gubris pembangunannya

Independensi tim terpadu dipersoalkan karena melibatkan aparat kepolisian dan militer menjadi anggota tim yang diduga kuat menjadi aktor pelanggar HAM di Papua. Tim itu juga melanggar UU 26 tentang Pengadilan HAM, karena mekanisme penyelesaian pelanggaran HAM seharusnya dibentuk di bawah Komnas HAM.

“Selain itu, kinerja tim terpadu tersebut hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda ada hasilnya sama sekali,” kata dia.

Terkait klaim capaian atas akses jurnalis asing di tahun 2015, mereka melihat jumlah jurnalis yang masuk tidak lantas mencerminkan keterbukaan. Karena mekanisme pengajuan visa yang masih dipersulit, dan tidak bebas meliput atau dimata-matai saat melakukan aktivitas liputan di lapangan.

Baca juga: Menlu klaim akses jurnalis asing ke Papua meningkat, Mambor: “Sebut namanya, lihat liputannya”

Menurut catatan CLD, salah satu rekomendasi UPR pada tahun 2012 yang disepakati oleh Pemerintah Indonesia adalah mengundang Pelapor Khusus PBB untuk Kebebasan Berekspresi ke Indonesia. Namun rekomendasi tersebut sampai saat ini tidak terlaksana karena Pemerintah Indonesia pada tahun 2013 menolak Frank La Rue (Pelapor Khusus PBB) berkunjung. Pada tahun 2015 Indonesia juga menolak David Kaye dari bidang yang sama.

Mereka mendesak pemerintah Indonesia agar mengadopsi rekomendasi perbaikan HAM di Papua oleh berbagai negara terkait pemenuhan kebebasan berekspresi dan berpendapat, mengundang datang Pelapor Khusus tentang Kebebasan Berekspresi, Pelapor Khusus tentang Kebebasan Berkumpul dan Pelapor Khusus tentang Masyarakat Adat.

Baca juga AS dan Jerman persoalkan pasal makar, Menlu tak bergeming

Civil Liberty Defenders adalah kumpulan pengacara HAM berbasis di Jakarta yang peduli pada isu-isu HAM Papua dan kelompok LGBT, yang mereka anggap “terpinggirkan di negara”.

Sebelumnya, di dalam tanggapannya di sidang UPR ke-27 terkait penyelesaian pelanggaran HAM berat di Papua, Menlu Retno Marsudi menyatakan pemerintah telah melakukan investigasi.

Tiga kasus yang dikategorikan dugaan pelanggaran HAM berat, kasus Wasior dan Wamena, sedang berproses menuju pengadilan HAM di Makassar, sedangkan kasus Paniai masih diproses di Kejaksaan Agung.

“… untuk kasus Wasior dan Wamena, Kejaksaan Agung sedang mempersiapkan proses pengadilan di Pengadilan HAM tetap di Makasar. Untuk kasus Paniai, Komnas HAM telah melakukan investigasi resmi untuk kemudian diproses di Kejaksaan Agung,” kata Menlu.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

AS dan Jerman persoalkan pasal makar, Menlu tak bergeming

Selanjutnya

Gubernur pastikan wisma atlet di stadion Mandala rampung 2018

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua