Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Puluhan ribu perempuan Venezuela tentang Maduro
  • Minggu, 07 Mei 2017 — 19:58
  • 3044x views

Puluhan ribu perempuan Venezuela tentang Maduro

Inilah unjuk rasa kaum perempuan paling akhir. Protes-protes berlangsung di sebagian besar kota-kota besar di seantero penghasil minyak Amerika Selatan
perempuan pendemo di Venezuela (Jubi/EPA)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Karakas, Jubi  - Puluhan ribu perempuan yang mengenakan baju putih dan meneriakkan "kemerdekaan!" menentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan berunjuk rasa pada Sabtu, memberikan bunga mawar kepada pasukan keamanan yang menghalangi jalan mereka.

Inilah unjuk rasa kaum perempuan paling akhir. Protes-protes berlangsung di sebagian besar kota-kota besar di seantero penghasil minyak Amerika Selatan itu selama lima pekan, menentang Presiden Maduro yang para penentang sebutnya diktator dan membuat ekonomi negara menjadi rusak.

Di Karakas, para pengunjuk rasa menyanyikan lagi kebangsaan dan meneriakkan "Kami ingin pemilihan!" Mereka dihentikan di berbagai titik oleh polisi wanita dan tentara Pengawal Nasional yang berkendaraan mobil-mobil lapis baja.

Kubu oposisi, yang memiliki dukungan mayoritas di Venezuela setelah bertahun-tahun menjadi bayang-bayang Partai Sosialis yang sedang berkuasa, menuntut pemilihan yang ditunda akan diadakan dan pemilihan presiden 2018 akan tetap dilanjutkan.

Mereka juga menginginkan pemerintah membebaskan sejumlah pegiat yang ditahan, mengizinkan bantuan kemanusiaan dari luar negeri untuk meringankan krisis ekonomi yang parah, dan menghormati kemerdekaan lembaga legislatif. Di lembaga itu oposisi meraih suara mayoritas pada 2015.

Menyinggung vadalisme dan kekerasan yang dilakukan pengunjuk rasa muda dan bertopeng, Maduro mengatakan oposisi berusaha ingin melakukan kudeta dengan bantuan Amerika Serikat dan melakukan aksi-aksi teroris dan pembunuhan.

Dalam menanggapi krisis, pengganti Hugo Chaves yang berusia 54 tahun itu membentuk sebuah badan super bernama "majelis konstituen" dengan kekuasaan unuk mengamandemen konstitusi, menggoncang kekuatan-kekuatan publik, berpotensi mengganti badan pembuat undang-undang.

loading...

#

Sebelumnya

Pemilu 2017, wajah Perancis bakal berubah

Selanjutnya

Boko Haram lepaskan 82 siswa culikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe