PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. Anggota Satpol PP ditempatkan di RSUD Wamena
  • Senin, 08 Mei 2017 — 08:45
  • 854x views

Anggota Satpol PP ditempatkan di RSUD Wamena

"Kita akan koordinasi dengan kepala Satpol PP untuk anggotanya bisa membantu keamanan menjaga RSUD Wamena ini," kata Jhon R Banua di Wamena.
Ilustrasi anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berencana akan menempatkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai tenaga pembantu keamanan di Rumah Sakit Uumum Daerah (RSUD) Wamena.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua pada akhir pekan lalu. Pasalnya, petugas medis di RSUD Wamena dilaporkan mendapat ancaman dari pengunjung rumah sakit dan menimbulkan kegaduhan.

"Kita akan koordinasi dengan kepala Satpol PP untuk anggotanya bisa membantu keamanan menjaga RSUD Wamena ini," kata Jhon R Banua di Wamena.

Ia mengatakan tugas anggota Satpol PP selain membantu penerapan peraturan pengurangan jam besuk, pengurangan jumlah pengunjung, larangan makan pinang dan merokok, mereka diharapkan juga ikut mengawasi perilaku pengantar pasien yang mengancam petugas medis.

Direktur RSUD Jayawijaya, Dr. Felly G. Sahureka menambahkan, petugas medis biasa mendapat perilaku tidak terpuji dari masyarakat pengunjung rumah sakit. "Petugas keamanan yang ada belum efisien dan efektif, sehingga kedepan kami harapkan ada keterlibatan Satpol PP sebab tingkat keamanan di rumah sakit cukup riskan," katanya.

Ia mencontohkan, pada beberapa waktu lalu ada petugas medis yang diancam saat melakukan tindakan medis terhadap seorang pasien di RSUD Wamena.

"Saat petugas menegur untuk penunggu pasien yang masih ada di ruang perawatan, mereka melawan dan mengancam akan memukul petugas bersangkutan saat ia keluar dari RSUD, sehingga hal semacam ini yang kami butuh ketegasan dari petugas keamanan," katanya.

“Kami pun melarang pengantar atau pengunjung membawa senjata tajam masuk ke dalam lingkungan rumah sakit, misalnya parang, pisau, panah dan busur sebab kebiasaan itu terkadang membuat sebagian pengunjung dan pasien menjadi takut,” tambah Dr. Felly. (*)

Sebelumnya

Renovasi asrama mahasiswa Jayawijaya di Jayapura ditargetkan rampung tahun ini

Selanjutnya

Presiden Jokowi akan bagikan KIS di kantor Bupati Jayawijaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua