Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Macron menang tipis di teritori Prancis-Polinesia
  • Senin, 08 Mei 2017 — 13:02
  • 1115x views

Macron menang tipis di teritori Prancis-Polinesia

Seluruh teritori Prancis di Pasifik telah menentukan suaranya dalam pemilihan presiden Prancis. Kendati terpaut tipis, Emmanuel Macron berhasil memenangi hati rakyat Prancis-Polinesia untuk mendukungnya menjadi Presiden Prancis.
Emmanuel Macron tengah menyampaikan pidatonya di Paris sesaat setelah pemilu presiden putaran kedua di Paris./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kaledonia Baru, Jubi – Seluruh teritori Prancis di Pasifik telah menentukan suaranya dalam pemilihan presiden Prancis. Kendati terpaut tipis, Emmanuel Macron berhasil memenangi hati rakyat Prancis-Polinesia untuk mendukungnya menjadi Presiden Prancis.

Macron menang dengan 58 persen suara dari seluruh kawasan Prancis-Polinesia meski kalah di beberapa pulau kecil. Ia banyak didukung oleh masyarakat asli Kanak yang menghuni Polinesia. Di Wallis dan Futuna, Macron menang telak. Di teritori itu, Macron unggul hingga mengumpulkan 80 persen suara jauh meninggalkan lawannya.

Meski tidak didukung masyarakat asli Kanak, Le Pen berjaya di ibu kota Kaledonia Baru, Noumea. Secara keseluruhan, 47 persen suara di Kaledonia Baru memang dimenangkan oleh Marine Le Pen yang merupakan kandidat dari Front Nasional. Raihan suara di Kaledonia Baru ini merupakan raihan suara terbesar yang diraih Le Pen di kawasan luar daratan Prancis.

Suara Le Pen di Prancis-Polinesia disumbang banyak dari kerja keras partai Tahoeraa Huiraatira yang menyerukan agar seluruh rakyat Tahiti berdiri di belakang Le Pen. Mereka yakin, Le Pen adalah satu-satunya kandidat yang memiliki program paling jelas untuk teritori Prancis di Pasifik.

Gaston Flosse menggambarkan Emmanuel Macron sebagai pilihan bagi para pecundang. Macron bisa saja menang, namun ia terpilih bukan karena prestasinya. Isu pemilu presiden di teritori Prancis-Polinesia lebih didominasi dengan kandidat mana yang akan memberikan keuntungan menjelang referendum kemerdekaan terutama di Kaledonia Baru tahun depan.

Pada putaran pertama pemilu presiden lalu, kandidat dengan raihan suara terbanyak ditempati oleh Francois Fillon. Dalam putaran kedua ini, tampaknya suara untuk Fillon banyak yang beralih ke Macron. **

Kaledonia Baru, Jubi – Seluruh teritori Prancis di Pasifik telah menentukan suaranya dalam pemilihan presiden Prancis. Kendati terpaut tipis, Emmanuel Macron berhasil memenangi hati rakyat Prancis-Polinesia untuk mendukungnya menjadi Presiden Prancis.

Macron menang dengan 58 persen suara dari seluruh kawasan Prancis-Polinesia meski kalah di beberapa pulau kecil. Ia banyak didukung oleh masyarakat asli Kanak yang menghuni Polinesia. Di Wallis dan Futuna, Macron menang telak. Di teritori itu, Macron unggul hingga mengumpulkan 80 persen suara jauh meninggalkan lawannya.

Meski tidak didukung masyarakat asli Kanak, Le Pen berjaya di ibu kota Kaledonia Baru, Noumea. Secara keseluruhan, 47 persen suara di Kaledonia Baru memang dimenangkan oleh Marine Le Pen yang merupakan kandidat dari Front Nasional. Raihan suara di Kaledonia Baru ini merupakan raihan suara terbesar yang diraih Le Pen di kawasan luar daratan Prancis.

Suara Le Pen di Prancis-Polinesia disumbang banyak dari kerja keras partai Tahoeraa Huiraatira yang menyerukan agar seluruh rakyat Tahiti berdiri di belakang Le Pen. Mereka yakin, Le Pen adalah satu-satunya kandidat yang memiliki program paling jelas untuk teritori Prancis di Pasifik.

Gaston Flosse menggambarkan Emmanuel Macron sebagai pilihan bagi para pecundang. Macron bisa saja menang, namun ia terpilih bukan karena prestasinya. Isu pemilu presiden di teritori Prancis-Polinesia lebih didominasi dengan kandidat mana yang akan memberikan keuntungan menjelang referendum kemerdekaan terutama di Kaledonia Baru tahun depan.

Pada putaran pertama pemilu presiden lalu, kandidat dengan raihan suara terbanyak ditempati oleh Francois Fillon. Dalam putaran kedua ini, tampaknya suara untuk Fillon banyak yang beralih ke Macron. **

loading...

Sebelumnya

Samoa melarang impor telur dari AS

Selanjutnya

Pemerintah Tonga intervensi kebebasan penyiaran

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6932x views
Dunia |— Jumat, 23 Februari 2018 WP | 3440x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3166x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2418x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe