Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Masalah perempuan Mamberamo didiskusikan
  • Senin, 08 Mei 2017 — 18:28
  • 2137x views

Masalah perempuan Mamberamo didiskusikan

“Banyak informasi atau data yang diperoleh terkait dengan keberadaan perempuan di kampung. Kesehatan perempuan dan anak di 10 kampung ditemukan beberapa penderita, seperti kurangnya sanitasi lingkungan dan pelayanan negara di bidang kesehatan, dan kebiasaannya merokok sambil menyusui anak,” katanya.
Para pemateri dalam dikusi bertajuk “Potret Perempuan Mambramo Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam, Ekonomi, dan Rumah Tangga” yang digelar di kantor YPMD, Senin (8/5/2017) – Jubi/David Sobolim
David Sobolim
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Yayasan Lingkungan Hidup (Yali) dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Desa (YPMD) menggelar diskusi dengan tema  “Potret Perempuan Mambramo Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam, Ekonomi, dan Rumah Tangga”. 

Direktur Yali Papua, Beny Ramandey dalam penyampaian materinya, Senin (8/5/2017) di Jayapura mengatakan, dalam programnya mereka mendampingi 10 kampung di Kabupaten Mambramo Raya dalam konservasi suaka. 

“Banyak informasi atau data yang diperoleh terkait dengan keberadaan perempuan di kampung. Kesehatan perempuan dan anak di 10 kampung ditemukan beberapa penderita, seperti kurangnya sanitasi lingkungan dan pelayanan negara di bidang kesehatan, dan kebiasaannya merokok sambil menyusui anak,” katanya.

“Contoh di Kampung Suaseso banyak perempuan/istri yang tidak bisa hamil dan mengakibatkan angka keguguran tinggi,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, penyakit yang paling dominan adalah penyakit dan gejala seperti ispa (infeksi saluran pernapasan), malaria, anemia, filariasis, kusta basah, hernia, penyakit kulit  kaskado, panu, kurap dan kudis).

Ia mengatakan, perempuan Mambramo dalam kehidupan sehari-hari bertanggung jawab besar dalam aktivitas rumah tangganya.

Hal yang memprihatinkan, lanjutnya, adalah pendidikan guru. Tidak ada fasilitas fasilitas pendukung hingga Yali membuka sekolah buta huruf yang diikuti banyak perempuan.

“Cara menangkap materinya ibu-ibu lebih cepat mengerti. Dan sampai saat ini mendampingi masyarakat di 10 kampung, yaitu, Papasena 1,2,3 Kuerba, Marinavalen, Murumere, Namunaweja, Trimuris, Kapeso dan Suaseso,” katanya.

Perwakilan P3W GKI, Yanneke Makabori menyebutkan, pihaknya lebih banyak membela kaum perempuan dan membuka kursus bagi ibu-ibu di berbagai bidang untuk jangka panjang dan jangka pendek. 

“P3W lahir karena keprihatinan pendidikan terhadap perempuan di Tanah Papua,” kata Yanneke. 

Sementara Direktur YPMD Decky Rumaropen mengatakan, pihaknya hanya melakukan penguatan kapasitas terhadap masyarakat dan mendampingi berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Jayapura bentuk tim perbaikan jalan Demta

Selanjutnya

Jelang Hari Besar Keagamaan, Mendag pimpin Rakor di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe