Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Lanny Jaya antisipasi pasca ada penyakit diare serang masyarakat
  • Senin, 08 Mei 2017 — 18:50
  • 1801x views

Pemkab Lanny Jaya antisipasi pasca ada penyakit diare serang masyarakat

Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait di Wamena, Senin (8/5/2017) mengungkapkan, perkembangan penanganan masalah diare yang terjadi di Distrik Indawa, Lanny Jaya, Papua, setelah dilakukan pendataan ulang dengan tim kesehatan dari provinsi dan Kemenkes, ternyata memang ada yang meninggal karena diare sebanyak 14 orang.
Masyarakat di Distrik Indawa ketika menunggu pemeriksaan kesehatan pasca adanya penyakit diare-Jubi/Ist
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya mengantisipasi segala kemungkinan pasca adanya penyakit diare di Distrik Indawa yang menyebabkan sebanyak 14 orang meninggal dunia, sejak Januari hingga April 2017.

Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait di Wamena, Senin (8/5/2017) mengungkapkan, perkembangan penanganan masalah diare yang terjadi di Distrik Indawa, Lanny Jaya, Papua, setelah dilakukan pendataan ulang dengan tim kesehatan dari provinsi dan Kemenkes, ternyata memang ada yang meninggal karena diare sebanyak 14 orang.

“Sampai dengan hari ini kita sudah lakukan penanganan dan diare sudah berhenti, karena itu kita sekarang berfokus terhadap pasca adanya penyakit itu,” kata Sohilait.

Diakui Sekda, pasca munculnya penyakit diare pemerintah langsung membentuk tim dari Dinas Pekerjaan Umum untuk membuat bak penampungan air yang bisa distribusikan air khususnya di Kampung Euri dan
Tinggira, Distrik Indawa.

“Lalu kita siapkan juga tandon air, sehingga masyarakat bisa mengambil air bersih dengan jerigen yang disiapkan pemerintah daerah lalu dibawa ke Honai masing-masing dan di Honai pun disiapkan ember penampung air yang tertutup,” ujarnya.

Sohilait menjelaskan, tim dari Kemenkes juga telah menurunkan sembilan tim ke Lanny Jaya selama tiga hari yang terdiri dari sub bidang diare, bidang lingkungan dan laboratorium, di mana membantu pemerintah daerah untuk melakukan pendataan dan asesman terhadap kondisi ini, jangan sampai ketika ditangani di satu distrik ternyata kondisi serupa bisa terjadi di distrik lain.

“Sampai dengan hari ini kita punya posko belum dibongkar dan masih menempatkan satu dokter dan tujuh paramedis lalu sudah buka di Indawa rawat inap juga, sehingga tidak ada lagi pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit Tiom, ibu kota Lanny Jaya,” jelasnya.

Pasca penyakit diare yang menyerang masyarakat Indawa, diharapkan semua bisa tertolong dan dinas kesehatan setempat berjalan ke kampung-kampung mencari masyarakat yang berpotensi mempunyai penyakit tetapi tidak dapat berjalan ke layanan kesehatan terdekat.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus memantau bagaimana kehidupan masyarakat sehari-hari baik dalam mengkonsumsi air, makanan agar pola hidup yang selama ini ada di masyarakat bisa berubah.

“Jadi, yang meninggal akibat terkena diare ada 14 orang meninggal sejak Januari hingga April 2017, sedangkan kabar beredar bahwa ada sekitar 37 orang meninggal di Lanny Jaya, itu memang benar tetapi bukan semuanya terkena diare tetapi ada yang meninggal akibat HIV atau kecelakaan, sakit dan lainya. Dan rata-rata yang 14 orang yang meninggal akibat diare ini orang tua, penyebabnya lebih dikarenakan pola hidup masyarakat,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lanny Jaya, Dolly Kogoya menjelaskan, sakit diare yang diderita masyarakat lebih disebabkan sakit perut karena lingkungan yang tidak bersih dimana masyarakat langsung meminum air dari kolam penampungan tanpa dimasak dan air kolam mini datang dari pebukitan dan sampai dikolam langsung diminum tanpa dimasak, padahal air ini sangat kotor karena sudah melalui kotoran-kotoran manusia atau ternak.

“Usai kejadian itu, mengambil contoh air untuk dibawa ke Jayapura untuk dilakukan penelitian. Kami pun harapkan masyarakat dapat merubah pola hidup yang lebih sehat,” kata Dolly Kogoya. (*)

Sebelumnya

Sekda: dana prospek Jayawijaya sudah dibagikan

Selanjutnya

Kemensos himbau penerima PKH di Jayawijaya gemar menabung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe