Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Jemur gabah, petani hanya andalkan panas matahari
  • Selasa, 09 Mei 2017 — 13:19
  • 1260x views

Jemur gabah, petani hanya andalkan panas matahari

Sekretaris Kampung Hidup Baru, Martinus Bolilera kepada Jubi Senin (8/5/2017) menuturkan, terhitung sejak April lalu, petani sudah mulai memanen gabah dengan menyewa harvester combine. Setelah dipanen, gabah harus dijemur kembali, sebelum digiling.
Gabah milik petani di SP-7 yang dijemur di pinggir jalan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi- Masyarakat di SP-7, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke hanya mengandalkan panas matahari untuk menjemur gabah.

Sekretaris Kampung Hidup Baru, Martinus Bolilera kepada Jubi Senin (8/5/2017) menuturkan, terhitung sejak April lalu, petani sudah mulai memanen gabah dengan menyewa harvester combine. Setelah dipanen, gabah harus dijemur kembali, sebelum digiling.

“Memang banyak suka duka dialami para petani di sini. Setelah gabah dipanen, harus dijemur, itupun dengan cuaca yang sangat tidak mendukung,” katanya.

Dalam beberapa pekan terakhir, katanya, hujan sering turun, sehingga gabah yang dijemur, tak kunjung kering. “Inilah beberapa permasalahan yang sering dihadapi petani di Kampung Hidup Baru,” tuturnya.

Disinggung apakah tidak ada cara lain mengeringkan gabah, Martinus mengaku tak ada. “Ya, harapan satu-satunya adalah panas matahari,” ungkap dia.

Hal serupa disampaikan salah seorang petani, Nasli Koten. “Beginilah kondisi kami disini, ketika datang panen dan terus mengharapkan panas matahari  menjemur gabah, agar cepat kering dan bisa dibawa ke tempat penggilingan. Sehingga beras yang didapatkan, dijual kembali,” katanya.

“Banyak suka duka dialami dan dirasakan petani. Selain mengejar waktu panen untuk menghindari genangan banjir, juga panas matahari agar dapat menjemur gabah yang ada,” ujarnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Kepala terminal Wamanggu disinyalir lakukan pungli

Selanjutnya

Puluhan sopir ‘serbu’ kantor Dishub Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe