Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Rakyat Kaledonia Baru tunggu sikap En Marche terhadap referendum
  • Selasa, 09 Mei 2017 — 15:00
  • 1197x views

Rakyat Kaledonia Baru tunggu sikap En Marche terhadap referendum

Rakyat Kaledonia Baru menunggu sikap partai pengusung Emmanuel Macron terhadap rencana referendum yang akan berlangsung tahun depan. Pekan lalu, Macron menyatakan ia berharap agar Kaledonia Baru akan tetap bersama Prancis.
Pendukung partai En Marche yang mengusung Emmanuel Macron./bbc.co.uk
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Noumea, Jubi – Rakyat Kaledonia Baru menunggu sikap partai pengusung Emmanuel Macron terhadap rencana referendum yang akan berlangsung tahun depan. Pekan lalu, Macron menyatakan ia berharap agar Kaledonia Baru akan tetap bersama Prancis.

Kendati demikian, juru bicara Emmanuel Macron, Patrick Louis mengatakan bahwa Emmanuel Macron selaku presiden terpilih akan tetap berkomitmen terhadap Kesepakatan Noumea dan segera menyelenggarakan referendum kemerdekaan tahun depan sebagaimana diamanatkan oleh Kesepakatan Noumea itu.

Di Kaledonia Baru, Macron ingin memperbaiki situasi keamanan dan menambah fasilitas pelatihan bagi para kaum muda.

Kepada wartawan, Patrick menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan nama-nama kandidat anggota parlemen nasional dari Partai En Marche dari Kaledonia Baru. Setelah berhasil memenangi pemilu presiden, kini partai En Marche tengah mempersiapkan diri bertarung lagi dalam pemillu Dewan Perwakilan Rakyat Nasional yang akan berlangsung bulan depan.

Prancis-Polinesia

Namun, Patrick menyatakan tidak yakin bahwa partai En Marche akan memiliki kandidat yang berasal dari Prancis-Polinesia untuk bertarung dalam pemilu bulan depan.

Heimana Garbet, yang mewakili Macron di Papeete mengatakan kepada media Tahiti-infos bahwa para kandidat akan dipilih di Paris setelah para kandidat itu lolos ujian berupa pengadaptasian program partai di tingkat lokal. Proses pemilihan akan ditentukan komisi dalam partai tanpa ada kehadiran Macron di dalamnya.

Macron yang unggul 58 persen dari Le Pen di Tahiti berencana untuk mengamankan kebijakan dan programnya dengan cara menguasai kursi parlemen. Kemenangannya diikuti oleh perubahan preferensi politik dari dua partai dominan tradisional, yaitu Republik dan Sosialis.

Partai En Marche kini tengah mengukur kekuatan di masing-masing teritori Prancis yang ada di Pasifik. Jika bisa membantu kemenangan partai, mereka tak akan segan memberikan kesempatan kandidat dari Pasifik untuk duduk di parlemen Prancis.**

 

loading...

Sebelumnya

Badai Donna akibat perubahan iklim

Selanjutnya

Pemimpin muda Pasifik disambut di Tiongkok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe