Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Terdapat 25 kasus Kaki Gajah di Nabire
  • Selasa, 04 Oktober 2016 — 06:20
  • 761x views

Terdapat 25 kasus Kaki Gajah di Nabire

“Jadi bukan hanya di dalam kota saja tapi hampir seluruh Nabire,” Kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas kesehatan Kabupaten Nabire, dr. Frans C. Sayori kepada Jubi di Nabire, Senin (3/10/2016).
Satu diantara 25 orang pasien kaki GaJah di Nabire – Dok. Dinkes Nabire
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi – Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire menemukan 7 kasus Kaki Gajah pada tahun 2016. sedangkan tahun sebelumnya hanya ada 18 kasus,  sehingga terdapat 25 kasus di kabupaten ini.

Kasus ini ditemukan tersebar di beberapa daerah seperti Totoberi, Samanui, Moor, Wami, Yaro, Samabusa, Nabarua, Karang Tumaritis, Morgo, Kali Susu, Kali Harapan dan Yeretuar.

“Jadi bukan hanya di dalam kota saja tapi hampir seluruh Nabire,” Kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas kesehatan Kabupaten Nabire,  dr. Frans  C. Sayori    kepada Jubi di Nabire, Senin (3/10/2016).

Cara penularan penyakit yang melalui gigitan nyamuk, kata Sayori menyebabkan penyebaran penyakit ini cukup meluas.

“Kalau tidak ditangani dengan serius perbandingannya adalah jika satu orang penderita akan menularkan ke 10 orang lainnya. Nah kalau 10 orang berarti  kemungkinan akan terjangkit 100 orang,” jelasnya.

Dikatakannya, guna mencegah penularannya, Pemerintah telah mencanangkan Oktober sebagai bulan Eliminasi Kaki Gajah atau Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP).

“Mari kita ajak keluarga, teman, kerabat untuk datang ke puskesmas-puskesmas terdekat dan minta obatnya untuk diminum,” katanya.

Kementerian Kesehatan pada 1 hingga 30 Oktober 2016, Dinas Kesehatan Provinsi Papua meresponnya dengan memesan obat filariasis atau Kaki Gajah yang telah tiba di pelabuhan Jayapura pada 29 September 2016 lalu.

Kepala Bidang Pencegahan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Papua dr Aaron Rumainum kepada wartawan, Senin (3/10/2016) di Jayapura mengatakan telah menyediakan obat filariasis kepada 12 Kabupaten/kota di Papua.

“Obatnya sudah ada dan sudah didistribusikan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Keerom, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Puncak, dan Kabupaten Puncak Jaya. Selanjutnya kabupaten lainnya menyusul,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kadistrik Nabire, mantan napi perlu diberdayakan

Selanjutnya

Dandim 1705/Paniai: Rakyat adalah induk TNI

Sebelumnya

4 warga Kampung Kensi di Kaimana terkena tumor, 20 lainnya diduga TBC

Selanjutnya

Warga dikerangkeng karena idap gangguan jiwa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe