Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Presiden Jokowi minta PLBN Skouw jadi pusat perekonomian masyarakat
  • Selasa, 09 Mei 2017 — 18:18
  • 1444x views

Presiden Jokowi minta PLBN Skouw jadi pusat perekonomian masyarakat

“Sejak hari pertama saya dilantik, saya menyampaikan Pemerintah memberi perhatian penting terhadap daerah perbatasan, karena merupakan beranda terdepan dari Indonesia seperti kita berada saat ini (baca:PLBN Skouw). Ini merupakan kebanggaan kita,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan.
Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo ketika berbincang-bincang dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe – Jubi/Alexander Loen
Alexander Loen
Editor : Timoteus Marten
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo didampingi Menteri PU Pera, Basuki Hadimulyono bersama sejumlah perwakilan kementerian/lembaga bersama Gubernur Papua, Lukas Enembe, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal dan Forkopimda Provinsi Papua meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (8/5/2017).

“Sejak hari pertama saya dilantik, saya menyampaikan Pemerintah memberi perhatian penting terhadap daerah perbatasan, karena merupakan beranda terdepan dari Indonesia seperti kita berada saat ini (baca:PLBN Skouw). Ini merupakan kebanggaan kita,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan.

Ia menegaskan keberadaan PLBN Skouw harus menciptakan kantong-kantong ekonomi baru, jangan hanya menjadi sebuah kantor tanpa memberikan efek bagi perekonomian masyarakat.

“Hal-hal ini yang harus dikembangkan. Saya tadi sampaikan juga ke pak menteri, bahwa pembangunan pasar perbatasan ini harus dibangun modern, dimana pasar ini nanti dibangun kerjanya siang-malam. Jumlahnya saya minta agar los-los pasarnya ditambah, untuk masalah jumlahnya nanti pak gubernur lapor ke pak Menteri,” katanya. 

Nanti los-los pasar ini, ujar Presiden, diperuntukan bagi warga lokal. Dirinya pun meminta agar ada pembinaan terhadap mereka sehingga barang-barang yang dijual tidak hanya urusan sembako saja, tetapi dikembangkan. Bukan hanya urusan garmen, tetapi barang-barang lainnya, termasuk elektronik, karena Indonesia bisa memproduksi barang-barang tersebut. 

“Karena saya bandingkan saat saya ke Port Moresby, dimana harga-harga di kita masih murah dibandingkan dengan harga-harga di PNG, baik sembako, garmen dan elektronik lainnya, nah sehingga kita harapkan kedepan barang-barang ini disuplai, sehingga kita harapkan ini menjadi peluang yang dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia, terutama oleh rakyat Papua, karena ini menjadi tugas bersama untuk kita membangkitkan perekonomian di daerah perbatasan,” ujarnya. 

Menurut mantan gubernur DKI Jakarta ini, ekspor dari Indonesia, khususnya Papua harus terintegrasi dengan PLBN.

“Saya minta barang selundupan harus di-stop,  barang yang keluar-masuk lewat PLBN harus barang legal atau resmi semuanya. Ini penting karena jika barang yang keluar-masuk itu resmi, yang menikmati rakyat dari hasil perdagangan yang ada,” katanya. 

Jokowi meminta dengan tegas agar pengelolaan perbatasan ini bisa dilakukan dengan baik, lebih terpadu, terintegrasi agar pos lintas batas ini bisa dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Ini harus menjadi pusat perekonomian yang baru , dengan demikian untuk zona pendukung yang ada harus dikembangkan dengan baik, terminal barang maupun penumpang , pusat perdagangan pasar modern, ini sangat penting sekali bagi titik-titik pertumbuhan ekonomi yang ada di Papua,” katanya. 

Menurut dia, medan di Papua masih sangat sulit sehingga dilakukan pengerjaan jalan untuk menghubungkan berbagai daerah.

“Kementerian PU bekerja sama dengan TNI, besok (Rabu, 10/5/2017) kita akan melihat pembangunan jalan dari Wamena menuju Kenyam, Nduga, dengan total 200 kilometer lebih dan medannya berat, dan TNI yang mengawali pembukaan jalan. Panglima TNI sudah ke sana melihatnya beberapa kali, tadi pagi juga sudah dicek,” katanya. 

Ia menuturkan, pembangunan jalan, sebagian jalan masih hamparan karang atau belum diaspal dan sebagian jalan sudah diaspal.”Yang terpenting jalan itu dibuka terlebih dahulu, yang penting dibuka dulu, kalau tidak ada keberanian maka tidak akan jadi, memang medan sangat berat, saya kalau diberi gambar dan melihat lapangan, saya akui medan sangat berat dan di Papua ini medannya sangat berat, tidak seperti di Kalimantan, yang medannya datar,” katanya. 

Dirinya melihat pembangunan infrastruktur di Papua termasuk berat, karena selain medan yang sulit dijangkau, sebagian daerah yang dibangun merupakan daerah rawa-rawa.

“Inilah medan yang kita hadapim tetapi kerja sama provinsi , kerja sama dengan Kementerian PU maupun TNI, dilakukan dengan beriringan, sehingga percepatan pembangunan di Papua ini, akan cepat selesai,” katanya. 

Presiden menargetkan infrastruktur jalan di Papua, rampung pada tahun 2018, meskipun Menteri PU-Pera meminta waktu hingga 2019. “Pak menteri minta 2019, saya tawar 2018,  mestinya pak menteri bicara dengan pak panglima TNI, untuk menuntaskan infrastruktur jalan. Kalau kita tidak kerjakan cepat nanti ada yang bilang Presiden tidak perhatikan Papua, padahal pak gubernur sudah sampaikan saya 6 kali ke Papua,” katanya. 

Untuk melihat masalah di Papua, dirinya sudah berdiskusi dengan gubernur dan bupati/wali kota untuk mencari solusinya. 
Jokowi meminta dengan tegas agar pengelolaan perbatasan ini bisa dilakukan dengan baik, lebih terpadu, terintegrasi agar bisa dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Ini harus menjadi pusat perekonomian yang baru dengan demikian untuk zona pendukung yang ada harus dikembangkan dengan baik, terminal barang maupun penumpang, pusat perdagangan pasar modern, ini sangat penting sekali bagi titik-titik pertumbuhan ekonomi yang ada di Papua,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pilpres 2019, Papua nyatakan dukungan ke Jokowi

Selanjutnya

Jokowi datang, penerbangan Susi Air delay

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe