Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Jokowi batal resmikan pasar, mama-mama Papua usir Kordinator Pokja Papua
  • Rabu, 10 Mei 2017 — 09:01
  • 5412x views

Jokowi batal resmikan pasar, mama-mama Papua usir Kordinator Pokja Papua

"Aa... Tidak, tidak. Kau (Judith) turun dan pulang ke Jakarta. Tidak boleh ada di sini. Kau pergi, pergi. Pergi saja," teriak puluhan mama-mama Papua yang berada lebih dulu di lantai kedua Pasar Mama-mama Papua, Rabu, (10/5/2017).
Judith Dipodiputri (baju putih) tampak dibawa oleh Mama-Mama Papua meninggalkan lantai dua pasar Mama-Mama Papua yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden Jokowi, Rabu (10/5/2017) - Jubi/IST
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Presiden Jokowi batal meresmikan Pasar mama-Mama Papua yang sedianya akan diresmikan pada Rabu (10/5/2017) pagi. Presiden hanya melakukan peninjauan di pasar tersebut.

Meski pasar batal diresmikan oleh Presiden Jokowi, mama-mama Papua yang kesal dengan keberadaan Pokja Papua yang dianggap mengambil keuntungan dari pembangunan pasar tersebut menumpahkan kekesalan mereka pada kordinator Pokja Papua, Judith Dipodiputro.

Saat peninjauan oleh presiden, mama-mama Papua dan pengurus Solidaritas Pedagangan Asli Papua (Solpap) berjalan kaki dari pasar sementara mama-mama Papua  bermaksud melihat pasar baru yang  sedang dipantau. Mereka langsung menuju lantai dua pasar. Ketika Judith naik di lantai tersebut, mama-mama langsung meluapkan emosi mereka.

"Aa... Tidak, tidak. Kau (Judith) turun dan pulang ke Jakarta. Tidak boleh ada di sini. Kau pergi, pergi. Pergi saja," teriak puluhan mama-mama Papua yang berada lebih dulu di lantai kedua Pasar Mama-mama Papua, Rabu, (10/5/2017).

Mama-mama mengusir dan menarik tangan Judith agar segera meninggalkan pasar. Mama-mama meminta agar Pokja Papua tidak boleh mengintervensi pasar lagi.

"Kau kembali saja ke Jakarta, tidak ada urusan dengan pasar ini. Tidak boleh lagi datang," teriak mama Yosepina bersama ratusan mama lainnya. 

Judith lalu diamankan aparat keamanan, lalu keluar melalui pintu belakang pasar itu arah Mapolresta Jayapura. 

Mama-mama Papua lalu kembali ke pasar sementara untuk membahas berbagai hal, salah satunya soal pemindahan ke pasar baru itu.

"Pokja Papua jangan intervensi kami lagi. Kami sudah bosan dan tidak mau lihat mereka lagi," kata mama Yulita. 

Sekretaris Solpap, Natan Tebay mengatakan selama ini Pokja Papua selalu mengintimidasi mama-mama dengan kata-kata instruksi presiden. 

“Mama-mama sudah tolak dia, tapi dia tetap jalan begitu. Sebaiknya, Pokja Papua instropeksi diri dulu sebelum melanjutkan pekerjaannya. Jokowi kan janjikan pasar itu untuk mama-mama Papua, bukan untuk Pokja Papua. Jadi harus tahu diri lah,” kata Natan Tebay.

Natan menegaskan, mama-mama dan Solpap bukan hendak menguasai pasar. Namun hendak menegaskan posisi mama-mama Papua sebagai subjek di pasar yang baru itu. Solpap yang sudah mendampingi mama-mama lebih dari 13 tahun harus dilibatkan sebagai mitra pendamping mama-mama Papua.

“Mama-mama yang perjuangkan pasar itu, biarkan mama-mama yang menentukan bagaimana mereka akan berada di pasar itu dan itu prioritasnya. Bukan diatur oleh orang dari Jakarta yang tidak pernah tahu perjuangan mendapatkan pasar itu,” kata Natan Tebay. 

Satu hari sebelumnya, Judith mengungkapkan Pasar Mama-mama akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 10 Mei 2017, dilengkapi fasilitas pembinaan pedagang selain sebagai tempat jual beli.
"Ketika itu Yuliana Pigai meminta tiga hal pada Bapak Joko Widodo saat kampanye Pilpres, yakni membangun pasar, pelatihan dan permodalan. Pelatihan dan permodalan itu masuk kategori pembinaan," ujar Judith.

Janji Presiden  yang pertama sudah tuntas lanjut Judit. Tinggal diteruskan dengan pembinaan.

“Ini yang akan terus berlanjut karena memang tujuan dari pemerintah sekarang adalah perekonomian harus menyejahterahkan, bagaimana pasar ini harus membantu mama-mama Papua untuk sejahtera," sambungnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Lima kali kunjungan ke Papua, pengamanan Jokowi sudah libatkan 20.000 personel

Selanjutnya

RSPO bekukan perluasan operasi Goodhope di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua