Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Longboat terbalik saat menuju kampung Sabon, seorang guru hilang
  • Rabu, 10 Mei 2017 — 15:24
  • 1123x views

Longboat terbalik saat menuju kampung Sabon, seorang guru hilang

“Keenam orang yang tenggelam, bukan dalam perjalanan dari Kimaam menuju Waan. Tetapi dari ibukota Distrik Waan dengan tujuan Kampung Sabon. Seorang guru ikut di dalam loangboat  membawa bahan ujian Sekolah Dasar (SD) Sabon,” katanya.
Spead boat yang biasa digunakan untuk melayani masyarakat di Kimaam menuju Distrik Waan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Longboat yang ditumpangi enam orang dalam perjalanan dari Distrik Waan menuju Kampung Sabon, terbalik di tengah laut beberapa hari lalu. Dari enam orang itu, satu diantaranya yakni seorang guru dikabarkan hilang dan masih dalam pencarian  masyarakat setempat.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke yang membidangi pendidikan dan pemerintahan, Moses Kaibu kepada Jubi Selasa (9/5/2017) menjelaskan, saat ini, gelombang laut  baik dari Kimaam menuju Waan serta beberapa kampung, tidak bersahabat. Itu dikarenakan alam serta cuaca dan angin kencang yang terus terjadi.

“Keenam orang yang tenggelam, bukan dalam perjalanan dari Kimaam menuju Waan. Tetapi dari ibukota Distrik Waan dengan tujuan Kampung Sabon. Seorang guru ikut di dalam loangboat  membawa bahan ujian Sekolah Dasar (SD) Sabon,” katanya.

Dari enam orang di dalam longboat, lanjut Moses, lima selamat. Sedangkan satu orang  masih dalam proses pencarian.

“Dalam beberapa hari kedepan, Komisi A DPRD Merauke akan melakukan perjalanan menuju ke lokasi tenggelamnya longboat,” katanya.

“Transportasi menuju ke pedalaman Waan, tidak bisa dengan menggunakan longboat. Harus speed boat, karena kondisi gelombang laut sering berubah ubah,” tuturnya.

Moses berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke mengalokasikan anggaran untuk pengadaan speedboat. Sehingga para guru di daerah pedalaman Kimaam maupun Waan, bisa menggunakan transportasi dimaksud sekaligus menjalankan tugasnya.

Hal senada disampaikan seorang warga Kimaam, Emanuel Buyuka. “Ya, satu-satunya transportasi adalah spead boat untuk dapat  menghindari gelombang laut. Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk pengadaan speed boat para guru di daerah pedalaman Kimaam,” pintanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan sopir ‘serbu’ kantor Dishub Merauke

Selanjutnya

Rambutan Merauke laris manis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe