PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Domberai
  3. Tiga gardu induk akan dibangun di Sorong 
  • Kamis, 11 Mei 2017 — 18:43
  • 1113x views

Tiga gardu induk akan dibangun di Sorong 

Manajer Bidang Perencanaan PT. PLN UIP Papua, Agus Risfian Noor kepada wartawan di Sorong, Rabu (10/5/2017) mengatakan, tiga gardu induk akan dibangun di Aimas, Makbon dan Tanpa Garam pada lahan seluas 2 hektare. Masing-masing gardu induk dapat menampung 150 KV atau 60 MVA. 
Sosialisasi Pelaksanaan Usaha Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) yang dilakukan PLN UIP Papua dalam rencana pembangunan 3 Gardu Induk dan SUTT di wilayah Sorong, Rabu (10/5/2017) – Jubi/Florence Niken 
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua berencana membangun Gardu Induk dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di wilayah Sorong, Papua Barat.

Manajer Bidang Perencanaan PT. PLN UIP Papua, Agus Risfian Noor kepada wartawan di Sorong, Rabu (10/5/2017) mengatakan, tiga gardu induk akan dibangun di Aimas, Makbon dan Tanpa Garam pada lahan seluas 2 hektare. Masing-masing gardu induk dapat menampung 150 KV atau 60 MVA. 

Menurut dia pembagian beban listrik dari tegangan tinggi ke tegangan menengah dilakukan di gardu induk tersebut. Sedangkan SUTT yang akan dibangun sepanjang 33 kilometer melintasi Kabupaten dan Kota Sorong, dari Arar hingga Tanpa Garam. 

Setiap bentangan pada113 tower SUTT ini memiliki kekuatan 150 KV, yang diprediksi Sorong aman dan surplus daya selama lima tahun mendatang. 

“Saat ini memang sedang dilaksanakan studi lingkungan dulu sambil pembebasan lahan yang kemudian dilanjutkan tender, rencana 2018 akhir sudah terbangun,” katanya. 

Pelaksanaan Usaha Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) yang dilakukan PLN sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2012 tentang Kegiatan Yang Wajib Amdal. Sesuai peraturan tersebut kapasitas di atas 150 KV wajib memiliki Amdal, sementara 150 KV kebawah cukup dilaksanakan UKL dan UPL.

“Inilah yang dibahas dalam pengajuan UKL UPL dari pengajuan dokumen oleh PLN dalam upaya mereka untuk mempercepat pembangunan listrik Papua Barat, dan UKL UPL  merupakan prosedur yang harus dilaksanakan PLN,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat, Rudolf Eduard Rumbino. (*)

Sebelumnya

Polda selidiki protitusi online di Manokwari

Selanjutnya

Dinkes Sorong gelar pengobatan massal di tiga kampung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua