Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kadepa: Kapan ada lilin untuk OAP yang terus dibunuh?
  • Jumat, 12 Mei 2017 — 18:58
  • 3241x views

Kadepa: Kapan ada lilin untuk OAP yang terus dibunuh?

"Aksi 1.000 lilin untuk Ahok dilakukan di berbagai wilayah di Papua. Kapan ada aksi serupa untuk OAP yang terus meninggal, dibunuh, diperlakukan tak adil, dibungkam di atas tanahnya sendiri," kata Kadepa.
Aksi 1.000 Lilin di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (11/5/2017) Malam - Jubi/ Engel Wally
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Beragam tanggapan disampaikan berbagai pihak terkait aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan moril kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang divonis dua tahun penjara terkait kasus penistaan agama.

Anggota Komisi I DPR Papua, komisi yang membidangi politik, hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa ketika menghubungi Jubi via teleponnya, Jumat (12/5/2017) mengatakan, aksi solidaritas merupakan hak setiap orang. Silahkan memberikan dukungan dengan berbagai cara. Namun yang disayangkan kenapa aksi serupa tak dilakukan ketika orang asli Papua meninggal dengan tidak wajar. Dibunuh, ditembak dan lainnya.

"Aksi 1.000 lilin untuk Ahok dilakukan di berbagai wilayah di Papua. Kapan ada aksi serupa untuk OAP yang terus meninggal, dibunuh, diperlakukan tak adil, dibungkam di atas tanahnya sendiri," kata Kadepa.

Menurutnya, ketidak adilan yang dialami Ahok, sudah dirasakan OAP sejak puluhan tahun. Sejak Papua masuk dalam wilayah NKRI. Entah sudah berapa banyak OAP dibunuh, ditangkap, mengalami tindakan kekerasan, dijerat pasal makar, dipenjara bertahun-tahun hingga penjara seumur hidup.

"Kasus Ahok adalah masalah pribadi. Hanya saja kasus ini muncul diwaktu yang tidak tepat. Dimasa pilkada, sehingga dampaknya luas. Simpati kita yang ada di Papua kepada Ahok itu hak setiap oranng. Tapi jangan lupa, kini OAP Papua juga mengalami ketidak adilan," ujarnya.

Katanya, hingga kini belum ada bentuk solidaritas pihak-pihak di Papua kepada OAP seperti yang ditunjukkan kepada Ahok. Padahal OAP mengalami hal serupa. Jangankan seribu lilin, satu lilin saja tidak ada.

"Kemanusiaan untuk OAP dimana? Mereka sama-sama manusia. Ketika OAP mengalami hal serupa, dimana orang-orang ini. Kapan solidaritas mereka untuk OAP. Ketika OAP dibunuh, mereka ini semua dimana. Seakan OAP ak ada nilainya," imbuhnya.

Politikus Partai NasDem itu menyatakan salut untuk para aktivis HAM, mahasiswa peduli HAM di Papua, yang selama ini selalu berteriak, menggelar aksi turun jalan, memperjuangkan keadilan untuk OAP.

"Meski jumlah mereka terbatas, namun mereka terus bersuara," imbuhnya.

Aksi 1.000 lilin untuk Ahok digelar di sejumlah kota di Papua, diantaranya Kota Jayapura, Merauke dan Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Apa yang dialami Ahok merupakan cerminan strategi politik oknum yang tidak bertanggungjawab. Tidak memikirkan hidup bangsa Indonesia," kata Koordinator aksi di Sentani, Ronald John Marcus. (*)

loading...

Sebelumnya

Walhi Papua: Jangan beri rekomendasi sebelum ada Perdasus perlindungan hutan Papua

Selanjutnya

Survey Indikator Politik : Elektabilitas Lukas Enembe masih dominan saat ini

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe