Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Pengobatan DM tidak perlu menunggu ada keluhan
  • Sabtu, 13 Mei 2017 — 09:46
  • 2959x views

Pengobatan DM tidak perlu menunggu ada keluhan

“Kalau menunggu keluhan, berarti sudah ada komplikasi. Jadi orang diabetes harus berobat dengan baik sesuai target meskipun tidak ada keluhan,” ujarnya ketika melantik pengurus Persadia Cabang Nabire,Kamis (11/5/2017).
Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), Prof.Dr. Agung Pranoto saat usai melantik pengurus Persadia Kabupaten Nabire – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi - Ketua Umun Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), Prof.Dr.Agung Pranoto mengatakan Pengobatan Diabetes Militus yang baik tidak perlu menunggu ada keluhan baru lakukan pengobatan.

“Kalau menunggu keluhan, berarti sudah ada komplikasi. Jadi orang diabetes harus berobat dengan baik sesuai target meskipun tidak ada keluhan,” ujarnya ketika melantik pengurus Persadia Cabang Nabire,Kamis (11/5/2017).

Menurutnya, intensifikasi pengobatan tidak perlu menunggu implikasi, tetapi harus melakukan deteksi secara dini. Dikatakan, tapi kalau gula tidak terkendali dan badan masih sehat itu harus mengintensifikasi pengobatan yang cukup.

“Pasien diabetes masih ada misskonseptoin (salah pengertian). Biasanya mereka menganggap bahwa gulanya tinggi tetapi tidak ada keluhan berarti aman, jadi tidak minum obat tidak apa-apa. Dan kalau gula darahnya tinggi tapi tidak ada komplikasi juga aman, sehingga tidak mau suntik insolin,” katamya.

Menurutnya, kalau gula darahnya tidak mencapai target itu harus dilakukan intensifikasi, apakah dengan obat atau lainnya dan harus check up.

“Kita manusia memerlukan gula, karbohidrat tetapi yang menjadi masalah adalah bila mengkonsumsinya berlebihan,” katanya.

Agung berharap pengurus Persadia yang baru dilantik agar lebih banyak melakukan kampanye-kampanye,

“Paling tidak di dalam keluarga, anak dan istri, lingkungan dan di tengah-tengah masyarakat. Mereka harus membawa informasi dalam kampanye yang akhirnya dengan tujuan bisa menyehatkan kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Yulian Agapa menambahkan Persadia akan bekerja sama dengan dinas kesehatan dengan dinas kesehatan dan puskesmas-puskesmas yang ada, untuk membentuk kelompok-kelompok di masyarakat.

“Dan itu adalah milik masyarakat, hanya tetap diawasi oleh puskesmas atau dinas kesehatan Sehingga untuk menanggulangi masalah penyakit tidak menular, diharapkan seluruh puskesmas harus membuka pos pelayanan terpadu,” jelasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tingkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang DM

Selanjutnya

Bau sampah Pasar Sore Nabire ganggu aktivitas KBM

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe