Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. FKUB sebut dukungan untuk Ahok wajar
  • Minggu, 14 Mei 2017 — 16:06
  • 1334x views

FKUB sebut dukungan untuk Ahok wajar

Salah satu pengurus FKUB Kabupaten Jayapura, Lucky Matui mengatakan, di Indonesia kebebasan untuk menyampaikan aspirasi dijamin oleh hukum. Solidaritas dukungan yang dilakukan, khususnya di daerah ini dinilainya sebagai bentuk protes atas ketidakadilan. 
Dukungan aksi seribu lilin oleh masyarakat Kabupaten Jayapura – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura menyatakan dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dengan aksi seribu lilin merupakan hal yang wajar demi tegaknya demokrasi dan keadilan.

Dukungan moril itu tak hanya dilakukan oleh sejumlah simpatisan di tanah air, tetapi juga menyita perhatian dunia. 

Salah satu pengurus FKUB Kabupaten Jayapura, Lucky Matui mengatakan, di Indonesia kebebasan untuk menyampaikan aspirasi dijamin oleh hukum. Solidaritas dukungan yang dilakukan, khususnya di daerah ini dinilainya sebagai bentuk protes atas ketidakadilan. 

 “Aspirasi yang disampaikan ini memang sudah sangat global dan menurut kami dari FKUB adalah hal yang wajar. Sebab saat ini kita tidak hidup di awang-awang, tetapi masih di dunia, maka segala bentuk dukungan yang diberikan ini tidak boleh dilihat dari satu sisi saja,” katanya kepada Jubi di Sentani, Minggu (14/5/2017). 

Menurutnya, Indonesia menganut paham demokras yang diatur dan dijamin undang-undang. “Demokrasi hari ini bukan karena identitas. Karena Ahok agama Kristen hanya orang Kristen saja, tetapi sudah menjadi bukti bahwa semua umat beragama di dunia ini memberikan dukungan kepada Ahok,” ujarnya. 
 
Salah satu mahasiwa di Sentani, Yoga menyebutkan, dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Di Indonesia dikenal semboyan “Bhineka Tunggal Ikha”. Namun dalam setiap mengambil keputusan tampak pihak lain menjadi korban. 

“Sebagai umat muslim, kami juga tidak menerima kalau negara ini dijadikan negara Islam walaupun saat ini kami hidup di Papua. Dalam kitab Alquran juga menyebutkan bahwa untukmu agamamu dan untukku agamaku,” katanya. 

Mahasiswa lainnya, Astuti mengatakan, kehadiran sejumlah ormas-ormas Islam yang hanya mementingkan kepentingan ormas tersebut  lebih baik dibubarkan saja, karena tidak sesuai dengan asas Pancasila. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

JPKP gelar aksi 1.000 lilin di Sentani

Selanjutnya

Tiap OPD diminta kejar target PAD

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe