Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bomberai
  3. Kapal di Kaimana dilarang pindahkan penumpang 
  • Minggu, 14 Mei 2017 — 18:29
  • 1417x views

Kapal di Kaimana dilarang pindahkan penumpang 

“Memang ada beberapa kapal motor dengan groston 5 ke atas sesuai izin usaha yang dikeluarkan adalah untuk kegiatan pemuatan barang carteran dari dan antarpulau, bukan untuk kegiatan angkutan manusia. Ada beberapa yang kami ingatkan agar tidak lagi melakukan hal yang serupa,” kata Kepala Unit Penyelengara Pelabuhan Laut Kelas III Kaimana, Markus Kumendong
Ilustrasi kapal – Jubi/Florence Niken 
Admin Jubi
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Semua kapal motor yang beroperasi di perairan Kabupaten Kaimana, Papua Barat dilarang untuk memindahkan penumpang ke kapal lain. Hal itu hanya boleh dilakukan anak buah kapal (ABK). 

Jika ditemukan ada kapal dan pemiliknya yang membandel, maka Syabandar Kaimana tidak akan menandatangani dan mengeluarkan izin berlayar kepada kapal motor tersebut karena dianggap melanggar aturan. 

“Memang ada beberapa kapal motor dengan groston 5 ke atas sesuai izin usaha yang dikeluarkan adalah untuk kegiatan pemuatan barang carteran dari dan antarpulau, bukan untuk kegiatan angkutan manusia. Ada beberapa yang kami ingatkan agar tidak lagi melakukan hal yang serupa,” kata Kepala Unit Penyelengara Pelabuhan Laut Kelas III Kaimana, Markus Kumendong kepada Jubi di ruang kerjanya, Jumat (12/5/2017). 

Menurut dia peraturan tersebut dibuat demi keselamatan penumpang. Kapal yang layak dan mempunyai lisensi untuk memuat orang, barang dan jasa antarpulau di perairanan Kaimana, lanjutnya, hanya delapan kapal--empat yang disewa Pemerintah dan empat lainnya milik salah satu pengusaha lokal.

“Jadi, ini yang punya lisensi, yang lain nggak boleh, karena berbahaya. Kalau misalnya tenggelam di laut, apakah ada asuransi, kan tidak? Terus yang diribut pemilik kapal tersebut kan ini akan berbuntut panjang, sehingga itu tadi, saya minta agar kapal motor yang beroperasi di Kaimana yang tidak ada izin muat penumpang lebih baik jangan muat” katanya. 

Salah satu pemilik kapal D. Tundru mengatakan, saran dan masukan tersebut akan ditindaklanjuti. “Saya akan kasi tahu teman-teman pemilik kapal motor agar mereka juga mengigatkan kepada ABK kapal agar tidak lagi menerima tumpangan orang, karena nanti kita yang kena sanksi, karena aturan sehingga harus dipahami,” katanya. 

Ia pun berharap peraturan itu dibuat secara tertulis, sehingga bisa diikuti pemilik kapal dan menganggap sebagai peraturan sah, bukan sekadar imbauan. (Jacob Owen)

loading...

Sebelumnya

Garuda harus tingkatkan PAD Kaimana

Selanjutnya

Mahasiswa Kaimana dapat tambahan Rp1 juta, ini syaratnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe