Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Tim patroli amankan nelayan pencuri ikan di Raja Ampat
  • Minggu, 14 Mei 2017 — 18:37
  • 2070x views

Tim patroli amankan nelayan pencuri ikan di Raja Ampat

“Saat ini kapal telah diamankan ke Waisai untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, apalagi ternyata selama kurang lebih 4 tahun mereka telah beroperasi di kawasan tersebut,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat, Marthen L.R. Bartholomeus.
Sejumlah pelaku yang diduga berasal dari Halmahera Selatan diamankan aparat tim patroli gabungan karena menangkap ikan di perairan Pulau Boo, Raja Ampat – Jubi/Florence Niken 
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Tim patroli gabungan mengamankan nelayan yang diduga mencuri ikan di perairan Pulau Boo, Distrik Kofiau, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat, 12 Mei 2017. 

Informasi yang dihimpun Jubi, Minggu (14/5/2017) menyebutkan, kapal nelayan dengan nama lambung kapal  Kmn. Pelita Air, kapal berkekuatan 6 GT ini  ditemukan tidak memiliki izin penangkapan di Raja Ampat. Padahal kapal dengan 9 ABK ini beroperasi sejak lama di perairan tersebut. 

Petugas pun langsung mengamankan sembilan pelaku yang diduga berasal dari Halmahera Selatan itu bersama barang bukti berupa jaring dan ikan julung yang telah diasap. Kini petugas masih melakukan penyidikan.

“Saat ini kapal telah diamankan ke Waisai untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, apalagi ternyata selama kurang lebih 4 tahun mereka telah beroperasi di kawasan tersebut,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat, Marthen L.R. Bartholomeus.

Pelaku disangkakan dengan pasal 92 dan 93 Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 dan perubahan atas UU No. 31 tahun 2004 tentang Pelanggaran. 

Akademisi Politeknik Kelautan Perikanan Sorong, Muhammad Ali Ulath mengatakan, upaya Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam menjaga kawasan perikanannya harus bekerja sama dengan provinsi lain, terutama provinsi yang berdekatan dengan Raja Ampat. 

“Pengawasan memang telah dilakukan bukan hanya oleh instansi dan aparat terkait saja, tapi juga melibatkan masyarakat. Namun nelayan yang datang dari daerah lain ini tidak tahu tentang aturan yang ada. Seharusnya ada kerja sama antar propinsi dengan menyampaikan peraturan yang berlaku di Raja Ampat," ujar Ali Ulath. (*)

loading...

Sebelumnya

Dinkes Sorong gelar pengobatan massal di tiga kampung

Selanjutnya

Raja Ampat akan bangun pusat informasi turis di Arborek

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe