Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Suka duka Satgas Kaki Telanjang di Mamberamo Raya
  • Minggu, 14 Mei 2017 — 18:41
  • 1978x views

Suka duka Satgas Kaki Telanjang di Mamberamo Raya

"Kalau mau bilang, ibarat dekat di mata jauh di mata kaki, kenapa? Karena ketika kita memandang ke depan terlihat dekat, namun ketika berjalan sangat jauh sekali, malah bisa berhari-hari lamanya," katanya kepada Jubi.
Perjalanan Satgas Kaki Telanjang menuju Kampung Obogoi – Jubi/ Ist.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:02 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 12:40 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kasonaweja, Jubi – Kampung Kustra menjadi tujuan kerja Satuan Tugas Kaki Telanjang (Satgas Kijang) bentukan Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk melayani masyarakat di beberapa kabupaten di Papua.

Riski Putra Mambala, seorang anggota tim mengisahkan, ia dan beberapa temannya harus melewati berbagai rintangan untuk mencapai kampung yang menjadi tujuan pelayanannya.

"Kalau mau bilang, ibarat dekat di mata jauh di mata kaki, kenapa? Karena ketika kita memandang ke depan terlihat dekat, namun ketika berjalan sangat jauh sekali, malah bisa berhari-hari lamanya," katanya kepada Jubi.

Riski mengisahkan, perjalanan dari Kasonaweja ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya ke Distrik Mamberamo Tengah Timur, tepatnya di Kampung Kustra bisa ditempuh selama dua hari dua malam dan bisa lebih hingga satu minggu.

Jika air sungai naik perjalanan bisa dua hari, kalau surut bisa seminggu karena mendorong perahu berisi bahan makanan dan BBM.

Sulit sekali medan menuju Kampung Kustra sehingga membutuhkan fisik yang prima, karena selepas perjalanan menggunakan perahu motor, timnya juga harus berjalan kaki menyusuri hutan belukar.

Kadang tidur di hutan dan jika bahan makanan kurang makan sekali sehari dan banyak minum air untuk menahan lapar.
Namun ketika persediaan air menipis atau habis dalam perjalanan dirinya dan juga teman-temannya dengan terpaksa meminum air sungai yang sangat kotor.

"Pernah teman kami sakit malaria, saya sebagai ketua kelompok langsung mengambil tindakan cepat untuk memasang infus dan teman-teman lainnya membantu untuk menggendong teman tersebut selama perjalanan menuju Kampung Kustra, ini pengalaman yang tidak bisa kami lupakan," kisah Riski.

Kepala Puskesmas Kustra, Apsalon Fiang mengatakan, ia dan juga masyarakat Kampung Kustra sangat terbantu dengan kehadiran satgas tersebut, karena selama ini sangat kewalahan melayani masyarakat di wilayah tersebut. (*) 

loading...

Sebelumnya

Jokowi bagi empat kartu ke masyarakat Jayawijaya

Selanjutnya

Keluarga Besar Tikoyowa dan Melendik gelar ulang tahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5983x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2938x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2910x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe