Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Suka duka Satgas Kaki Telanjang di Mamberamo Raya
  • Minggu, 14 Mei 2017 — 18:41
  • 2226x views

Suka duka Satgas Kaki Telanjang di Mamberamo Raya

"Kalau mau bilang, ibarat dekat di mata jauh di mata kaki, kenapa? Karena ketika kita memandang ke depan terlihat dekat, namun ketika berjalan sangat jauh sekali, malah bisa berhari-hari lamanya," katanya kepada Jubi.
Perjalanan Satgas Kaki Telanjang menuju Kampung Obogoi – Jubi/ Ist.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kasonaweja, Jubi – Kampung Kustra menjadi tujuan kerja Satuan Tugas Kaki Telanjang (Satgas Kijang) bentukan Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk melayani masyarakat di beberapa kabupaten di Papua.

Riski Putra Mambala, seorang anggota tim mengisahkan, ia dan beberapa temannya harus melewati berbagai rintangan untuk mencapai kampung yang menjadi tujuan pelayanannya.

"Kalau mau bilang, ibarat dekat di mata jauh di mata kaki, kenapa? Karena ketika kita memandang ke depan terlihat dekat, namun ketika berjalan sangat jauh sekali, malah bisa berhari-hari lamanya," katanya kepada Jubi.

Riski mengisahkan, perjalanan dari Kasonaweja ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya ke Distrik Mamberamo Tengah Timur, tepatnya di Kampung Kustra bisa ditempuh selama dua hari dua malam dan bisa lebih hingga satu minggu.

Jika air sungai naik perjalanan bisa dua hari, kalau surut bisa seminggu karena mendorong perahu berisi bahan makanan dan BBM.

Sulit sekali medan menuju Kampung Kustra sehingga membutuhkan fisik yang prima, karena selepas perjalanan menggunakan perahu motor, timnya juga harus berjalan kaki menyusuri hutan belukar.

Kadang tidur di hutan dan jika bahan makanan kurang makan sekali sehari dan banyak minum air untuk menahan lapar.
Namun ketika persediaan air menipis atau habis dalam perjalanan dirinya dan juga teman-temannya dengan terpaksa meminum air sungai yang sangat kotor.

"Pernah teman kami sakit malaria, saya sebagai ketua kelompok langsung mengambil tindakan cepat untuk memasang infus dan teman-teman lainnya membantu untuk menggendong teman tersebut selama perjalanan menuju Kampung Kustra, ini pengalaman yang tidak bisa kami lupakan," kisah Riski.

Kepala Puskesmas Kustra, Apsalon Fiang mengatakan, ia dan juga masyarakat Kampung Kustra sangat terbantu dengan kehadiran satgas tersebut, karena selama ini sangat kewalahan melayani masyarakat di wilayah tersebut. (*) 

loading...

Sebelumnya

Jokowi bagi empat kartu ke masyarakat Jayawijaya

Selanjutnya

Keluarga Besar Tikoyowa dan Melendik gelar ulang tahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe