TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Di Merauke, merebak fenomena LSL
  • Senin, 15 Mei 2017 — 10:56
  • 1336x views

Di Merauke, merebak fenomena LSL

“Memang kelompok LSL ini, masih sangat tertutup dan belum diketahui  publik secara luas. Namun jumlahnya sudah mencapai ratusan orang dan di antaranya adalah anak-anak remaja yang  masih di bangku sekolah,” ujar Sriyono kepada Jubi Sabtu (13/5/2017).
Kantor KPA Kabupaten Merauke yang beralamat di Jalan Noari – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Merauke, Tuban Sriyono mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, muncul fenomena baru yakni kelompok lelaki seks lelaki atau diistilahkan LSL. Kelompok itu, di luar wanita pria (waria) yang sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat.

“Memang kelompok LSL ini, masih sangat tertutup dan belum diketahui  publik secara luas. Namun jumlahnya sudah mencapai ratusan orang dan di antaranya adalah anak-anak remaja yang  masih di bangku sekolah,” ujar Sriyono kepada Jubi Sabtu (13/5/2017).

Munculnya kelompok LSL ini, lanjut Sriyono, setelah salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berhasil mendapatkan mereka dan melakukan pendampingan secara rutin  hingga  sekarang. “Saya harus akui kelompok ini sangat tertutup dan sulit  untuk akses masuk dan mengikuti pergerakan mereka setiap malam,” ujar dia.

Dijelaskan, jika dibandingkan kelompok waria, mereka sudah umum diketahui masyarakat luas dan setiap bulan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.  

Diakui, di antara kelompok LSL itu, mereka memiliki pacar perempuan. Namun, sering kali berhubungan antara sesama jenis. Jumlahnya sudah mencapai ratusan orang dan ada didalamnya anak-anak yang masih di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ditambahkan, khusus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Merauke tahun ini, terdapat penambahan kasus. Hanya saja, jumlahnya tidak banyak seperti di daerah lain. Tetapi jelasnya, lebih mendominasi adalah ibu rumah tangga (IRT).

Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Inge Silvia mengakui jika kelompok ibu rumah tangga sangat rentan terjangkit HIV/AIDS.

Olehnya, lanjut dia, ketika setiap ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kesehatan, disarankan melakukan VCT. Sehingga dapat diketahui apakah dalam keadaan sehat atau tidak. (*)

loading...

Sebelumnya

Harvester Combine rusak, gabah petani sulit dipanen

Selanjutnya

Beny Kaize, kader pemuda KNPI  yang layak jadi anggota MRP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4869x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4293x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4162x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3490x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2944x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe