Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. YTHP bedah buku Papua di Ambang Kehancuran
  • Senin, 15 Mei 2017 — 11:07
  • 1372x views

YTHP bedah buku Papua di Ambang Kehancuran

Bedah buku yang digelar di Gedung Soska, Wamena, Sabtu (13/5/2017) dihadiri oleh Dewan Adat Balim, sejumlah tokoh masyarakat, adat, perempuan dan juga kelompok masyarakat.
Sejumlah pembicara pada diskusi dan bedah buku “Papua di Ambang Kehancuran” di Gedung Soska Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP) menggelar diskusi dan bedah buku “Papua di Ambang Kehancuran” yang diterbitkan oleh Sekretariat Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Fransiskan Papua.

Bedah buku yang digelar di Gedung Soska, Wamena, Sabtu (13/5/2017) dihadiri oleh Dewan Adat Balim, sejumlah tokoh masyarakat, adat, perempuan dan juga kelompok masyarakat.

Pastor Jhon Djonga dari Yayasan Teratai Hati Papua mengatakan melalui diskusi dan bedah buku itu diharapkan agar masyarakat dapat mengetahui tentang informasi tentang Papua dan juga yang ditulis dalam buku tersebut.

“Tujuannya supaya apa yang ditulis di dalam buku ini masyarakat itu sendiri tahu dan mereka mengerti, kemudian ditargetkan agar masyarakat juga bisa berdiskusi sendiri di dalam keluarga, komunitas dan kelompok-kelompok masyarakat di luar sana,” kata Jhon Djonga.

Dalam kegiatan itu banyak dipaparkan tentang berbagai isu mulai dari kesehatan hingga pelanggaran HAM. Sebagian besar tahun 2016.

“Papua di Ambang Kehancuran ini baru kali ini ditentukan judulnya tidak seperti biasa setiap tahunnya kami terbitkan. Buku ini berdasarkan anilisa data yang di investigasi sendiri, tetapi juga data yang didapat dari media, karena sumber kronik pertama dari media massa yang kita input setiap hari baik lokal maupun nasional,” kata Direktris SKPKC Fransiskan Papua Yuliana Langowuyo.

Yuliana menjelaskan melalui publikasi buku tersebut diharapkan agar pengambil kebijakan dapat menerapkan sejumlah rekomendasi yang bertujuan untuk memberikan perbaikan dalam tanggungjawabnya terhadap pemenuhan hak-hak dasar rakyatnya.

“Jadi target dari publikasi ini sebenarnya pertama kepada pengambil kebijakan sendiri, supaya mereka bisa melihat data dan fakta serta rekomendasinya, supaya ada perbaikan kinerja,” terangnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Wabup resmikan rumah singgah ibu hamil di Musatfak

Selanjutnya

Demam nyalakan 1000 lilin hingga ke Wamena

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6370x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2471x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2389x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1393x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1188x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe