Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Elia Pawika memperkenalkan madu dari pegunungan tengah
  • Senin, 15 Mei 2017 — 18:24
  • 1855x views

Elia Pawika memperkenalkan madu dari pegunungan tengah

Elia membudi daya madu lebah pada lahan 200 meter  X 50 meter bersama enam orang. Panen dilakukan dua kali setahun, Juni-Agustus dan September-awal Oktober. Di sana ada 25 kelompok yang masing-masing memiliki lahan budi daya madu lebah.
Produksi “Madu Asli Pugima” – Jubi/ Benny Mawel.
Benny Mawel
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Elia Pawika, 43 tahun, menekuni usaha produksi “Madu Asli Pugima”, karena ingin memperkenalkan madu dari pegunungan tengah Papua ke dunia luar. Madu ini terkenal kental manis dengan warna yang khas.
 
Elia membudi daya madu lebah pada lahan 200 meter  X 50 meter bersama enam orang. Panen dilakukan dua kali setahun, Juni-Agustus dan September-awal Oktober. Di sana ada 25 kelompok yang masing-masing memiliki lahan budi daya madu lebah.
 
Kelompok Elia bernama “Pilamo Mandiri” berdiri 2009 dan pada 2016 dibina Bank Indonesia Perwakilan Papua.
 
“Proses awal menghasilkan madu jenis Apis limivera, menyerap nektar dari bunga di pohon Wib, Monika, dan Weki yang sudah kami tanam di lahan kami,” katanya
kepada Jubi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (11/5/2017) malam.

Ada 75 hingga 80 peti rumah lebah di lahannya. Setelah panen dikemas dengan label “Madu Asli Pugima (MAP)” yang terdaftar di Badan POM P-IRT NO. KES.RI 109911201024.
 
Produksi MAP dijual di Wamena dengan menitipkan di kios-kios dan koperasi. Harga ukuran botol sirup ABC Rp250 ribu dan botol kecap sedang Rp150 ribu.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua Joko Supratikto mengatakan, memberikan dampingan kepada “Pilamo Mandiri” sejak 2016 dengan awalnya bantuan 64 rumah lebah.

“Kami berikan rumah lebah dan juga bibitnya yang dikelola bukan untuk perorangan, tetapi kelompok, kami bantu juga pemasarannya,” kata Joko.

Menurut Joko, pemasaran masih perlu bimbingan berkala. Untuk promosi BI mengikutsertakan kelompok tani madu pada even-even pameran lokal maupun luar Papua. Sudah tiga kali di Kota Jayapura, Surabaya, dan Jakarta.
 
“Kami akan memperkenalkan ke perusahaan-perusahaan kosmetik luar Papua, namun terkendala lokasi produksi jauh yang membutuhkan biaya besar, mungkin jalan keluar membawa dengan jerigen dan dikemas di Jayapura,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Korwa: Rumah Sakit Bergerak Kasonaweja ibarat tempat rekreasi

Selanjutnya

Harga mahal di Papua, Apindo akui tak ambil banyak untung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6193x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5770x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3928x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe