Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Polusi plastik terburuk berada di Pasifik
  • Selasa, 16 Mei 2017 — 16:41
  • 1757x views

Polusi plastik terburuk berada di Pasifik

Sejumlah ilmuwan dari Insitut Kelautan dan Studi Antartika di Tasmania menemukan hampir 38 juta jenis sampah plastik di Pulau Henderson, Pasifik Selatan.
Tumpukan sampah plastik di pantai Kepulauan Pitcairn. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Tasmania, Jubi – Sejumlah ilmuwan dari Insitut Kelautan dan Studi Antartika di Tasmania menemukan hampir 38 juta jenis sampah plastik di Pulau Henderson, Pasifik Selatan. Mereka menyebut bahwa temuan ini sebagai temuan terburuk sampah plastik di samudera.

Pulau yang tidak dihuni penduduk ini merupakan bagian dari situs bersejarah yang dilindungi UNESCO. Pulau ini juga merupakan pulau terbesar di gugus Kepulauan Pitcairn.

Salah seorang peneliti dari Australia, Jennifer Lavers mengatakan bahwa pulau ini memiliki kepadatan sampah plastik terburuk di dunia. “Saya beruntung dalam karir saya sebagai peneliti untuk bisa berkunjung ke pulau terpencil di dunia, tapi keadaan di pulau Henderson sangat buruk. Di pulau ini memiliki kepadatan sampah plastik terburuk di dunia yang pernah saya lihat sepanjang karir saya,” ujarnya.

Menurut dia, temuan tersebut dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences merupakan sebuah panggilan darurat untuk dunia bahwa sampah plastik adalah kuburan dan ancaman serius bagi kemanusiaan seperti bahayanya perubahan iklim.

Produksi plastik per tahun terus bertambah dari 1,7 juta ton pada tahun 1954 menjadi 311 juta ton pada tahun 2014. Karena hal ini, diperkirakan lima triliun buah plastik yang mayoritas berukuran lebih kecil dari 5 milimeter terlempar ke perairan samudera di dunia.

Untuk menghitung jumlah volume sampah yang terakumulasi di pulau terpencil itu, Dr Lavers sebagai ahli biologi konservasi dari Universitas Tasmania bersama Alexander Bond dari Pusat Ilmu Konservasi Ingggris, menyurvei bagian utara pulau tersebut dan pantai timurnya selama tiga bulan pada tahun 2015.

Dr Lavers memperkirakan 17,6 juta ton sampah plastik berada di pulau Henderson. Jumlah tersebut sama dengan produksi plastik dunia selama 1,98 detik. Untuk menghitung volume sampah sebanyak itu, butuh kurang lebih lima orang peneliti selama enam jam di pantai.

Tim tersebut menemukan 671,6 buah sampah plastik per meter persegi di permukaan pantai. Hampir 68 persen sampah plastik itu telah terkubur sedalam 10 sentimeter dalam pasir.

Setiap hari, ada 17 hingga 268 buah sampah baru yang terbawa ke tepi pantai hingga 10 meter dari perlukaan laut di Pantai Utara pulau tersebut.

Ngengat pemakan plastik

Di tengah memburuknya keadaan polusi sampah plastik di samudera, ilmuwan dari Universitas Cambridge baru-baru ini menemukan ulat pemakan plastik. Para peneliti yakin bahwa larva ngengat yang biasa memakan karet di sarang lebah dapat mencerna plastik.

Dari eksperimen yang mereka lakukan, mereka menemukan bahwa serangga tersebut dapat memecah senyawa kimia dari plastik dengan cara yang sama ketika larva ngengat ini mencerna karet dari sarang lebah.

Setiap tahun, sekitar 80 juta ton plastik polyethylene diproduksi di dunia. Plastik ini kebanyakan digunakan sebagai kantong belanja, mengemas makanan dan lainnya. Namun, butuh ratusan tahun agar plastik dapat terurai dalam tanah.

Namun, kemampuan ulat ngengat ini dapat membuat lubang kantung plastik dalam waktu kurang dari satu jam. Ngengat bernama latin Galleria mellonella ini membuat gembira banyak ilmuwan karena ancaman plastik dapat terpecahkan oleh kehadiran ngengat ini.

Ahli biokimia dari Universitas Cambridge, Dr Paolo Bombelli mengatakan bahwa temuan ngengat ini bisa menjadi salah satu langkah awal. “Kita perlu memahami detail proses ngengat ini bekerja. Kita harap dengan temuan ini dapat meminimalisasi masalah sampah plastik,” ujarnya.

Dr Bombelli dan koleganya dari Spanyol, Federica Bertocchini dari Badan Penelitian Nasional telah mematenkan temuannya ini. Mereka ingin melanjutkan temuannya hingga mengungkap rahasia kimiawi di balik penguraian plastik secara alami.

Mereka berpendapat bahwa mikroba dalam ulat ngengat itu mungkin akan memainkan peran yang besar dalam penguraian plastik. Jika proses kimianya bisa dipecahkan, ini bisa menjadi jalan keluar dari masalah plastik yang merusak lingkungan selama ini.

“Kami berencana mengimplementasikan temuan ini dengan cara yang mudah untuk mengurangi sampah plastik, kami bekerja demi mencari solusi dan menyelamatkan samudera, sungai dan seluruh lingkungan dari dampak akumulasi sampah plastik yang tidak dapat dihindarkan,” ujar Bertocchini.

Meski ia hampir menemukan formula kimiawi pengurai senyawa plastik, namun Bertocchini berpesan agar kita tidak seenaknya menggunakan plastik demi melindungi lingkungan kita. “Jangan juga seenaknya menggunakan sampah plastik mentang-mentang kita sudah menemukan cara mengurainya,” ujarnya.

Hasil temuan penelitian Bertocchini dan Frederica ini telah dipublikasikan dalam jurnal Currect Biology di Amerika Serikat. Semua berharap agar formula biokimia pengurai plastik dapat segera ditemukan. **

loading...

Sebelumnya

Presiden Prancis-Polinesia dukung Macron

Selanjutnya

Partai Aliansi Nasional tarik diri dari pemerintahan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe