Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. APLMA: Papua di posisi teratas empat besar penyumbang Malaria
  • Rabu, 17 Mei 2017 — 06:42
  • 973x views

APLMA: Papua di posisi teratas empat besar penyumbang Malaria

"Belum ada satu daerah di sini yang tingkat endemis malarianya sudah berstadium putih atau nol atau betul-betul bebas malaria," kata Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2012-2014 itu.
Ilustrasi pemeriksaan Malaria di Kampung Mogeya, Paniai Barat Kabupaten Paniai oleh LSM Yapkema - yapkema.org
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kupang, Jubi - Asia Pasific Learders Malaria Alliance (APLMA) mencatat, Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan daerah penyumbang penyakit malaria terbanyak di Indonesia selain Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

"Dari 80 persen kasus malaria di Indonesia, ada empat provinsi penyumbang terbesar pertama Provinsi Papua, menyusul NTT, Maluku dan Papua Barat," kata Ketua APLMA dr Andi Nafsiah Walinono Mboi di Kupang, Senin (15/5/2017).

Ia mengatakan hal itu dalam dialog terbuka lintas sektor bertema "Gerakan Media dan Masyarakat untuk NTT Bebas Malaria" guna mensukseskan pengembangan sektor pariwisata di provinsi kepulauan itu.

Nafsiah Mboi, mantan menteri kesehatan yang juga hadir pada kesempatan itu menjelaskan terdapat 4 stadium malaria meliputi warna merah yang menunjukkan paling tinggi, kemudian kuning, hijau, hingga putih yang berarti bebas malaria.

Terdapat enam kabupaten di Pulau Sumba, Kabupaten Lembata, Ende, dan Belu yang memiliki penularan penyakit disebabkan gigitan nyamuk yang sangat endemik.

"Belum ada satu daerah di sini yang tingkat endemis malarianya sudah berstadium putih atau nol atau betul-betul bebas malaria," kata Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2012-2014 itu.

Menurut Mboi yang juga sebagai utusan negara atau Kepala Pemerintahan se-Asia Pacifik itu, persoalan penyebaran penyakit malaria sekarang telah menjadi perhatian global dan menyita perhatian berbagai negara dunia.

Ia menyebutkan, setidaknya terdapat 21 negara di Asia Pasifik yang sudah endemik malaria.

"Dari 21 negara itu, tiga negara penyumbang terbesar di Asia Pasifik adalah India, Indonesia, dan Myanmar," katanya.

Dalam kisaran tahun 2000-2015 telah disepakati bersama negara-negara dunia untuk bersatu menurunkan angka kesakitan atau kematian akibat malaria dan sudah berhasil diturunkan hingga 75 persen.

Namun demikian, lanjutnya, pola penanganan hanya bersifat pengendalian sehingga begitu berhenti maka malaria lepas kendali.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

PLN targetkan 1.808 desa di Papua-Maluku terlistriki 2019

Selanjutnya

Indonesia bantah ACP dukung penentuan nasib sendiri West Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua