Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Referendum Hongaria tolak kebijakan kuota migran
  • Selasa, 04 Oktober 2016 — 14:06
  • 816x views

Referendum Hongaria tolak kebijakan kuota migran

Hongaria menentang kebijakan yang mengharuskan semua negara Uni Eropa untuk menerima beberapa ratus ribu orang pencari suaka di blok Eropa, sejak mereka berdatangan tahun lalu.
Seorang perempuan memegang poster bertuliskan "Stop Perang, Jika Ingin Stop Pengungsi" dalam melawan kebijakan Orban terkait migran di Budapest – foxnews.com
ANTARA
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Budapest, Jubi - Hampir seluruh rakyat Hongaria yang memberikan suaranya dalam referendum pada Minggu (2/10/2016), menolak kebijakan kuota migran Uni Eropa, namun jumlahnya masih terlalu rendah untuk dinyatakan sah.

Jumlah pemilih yang rendah itu membuat kecewa Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban yang mengharapkan kemenangan mutlak dalam pemungutan suara menentang Brussel, kota tempat markas besar Uni Eropa berada.

Pemimpin sayap kanan Hongaria yang kebijakannya terkait migrasi begitu keras, mengundang kritikan dari kelompok hak asasi manusia. Namun disaat yang sama mendapat dukungan di tanah airnya.

Hongaria menentang kebijakan yang mengharuskan semua negara Uni Eropa untuk mengambil beberapa ratus ribu orang pencari suaka di blok Eropa sejak mereka berdatangan tahun lalu.

Pemerintahan Orban menanggapi masuknya para pencari suaka dengan menutup perbatasan Hongaria selatan dengan pagar berduri kawat serta penjagaan oleh ribuan tentara dan polisi. Dia mengatakan putusan terkait penerimaan migran adalah kedaulatan nasional.

Badan Pemilihan Nasional Hongaria menyatakan dalam laman resminya, dari 99,97 suara yang telah dihitung, 98,3 persen di antaranya menyatakan menolak kebijakan kuota migran.

Akan tetapi, jumlah itu hanya 40 persen dari sekitar 8,26 juta orang yang memenuhi syarat hak suara. Jumlah itu kurang dari minimal 50 persen yang diperlukan agar hasil pemungutan suara dianggap sah. Hasil akhir penghitungan diperkirakan muncul pekan depan.

Beberapa partai oposisi menyadari bahwa jumlah pemilih kurang dari ambang batas yang diperlukan untuk memvalidasi suara.

Tokoh radikal nasionalis Jobbik menyebut referendum tersebut sebagai "kegagalan" dan menyerukan Orban untuk mundur. Partai oposisi sayap kiri DK juga meminta Orban mundur.

Setelah memberikan suaranya di Budapest, Minggu pagi, Orban mengecilkan pentingnya jumlah pemilih dengan mengatakan bahwa yang penting adalah jumlah orang yang menolak kebijakan kuota migran melebihi jumlah mereka yang setuju.

Dia juga mengatakan akan mengajukan amandemen konstitusi Hongaria agar hasil pemunguan suara masuk ke dalam undang-undang.

Tahun lalu, ratusan ribu migran yang mengungsikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah serta wilayah-wilayah lainnya menyeberangi Hongaria dalam perjalanan untuk mencapai negeri-negeri lebih kaya di Eropa Barat. Pada tahun ini, Hongaria mencatat ada sekitar 18.000 penyeberangan perbatasan ilegal.

Erzsebet Virag yang memberikan suara pada Minggu di sekitar stasiun kereta api Budapest Eastern, yang pada tahun lalu menjadi tempat ribuan migran berkemah menunggu kereta ke Wina, mengatakan dirinya memilih untuk menolak kebijakan itu.

"Saya memilih (menolak) karena di negara kami juga banyak orang yang miskin dan jika lebih banyak orang miskin masuk ke negara kami, kami mungkin akan lebih miskin dan mungkin harus bekerja lebih dari biasanya," kata dia.(*)

loading...

Sebelumnya

FAO : Perubahan iklim akan pengaruhi ketersediaan pangan dunia

Selanjutnya

Warga desa di India Timur protes tambang batubara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2943x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2625x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1531x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1323x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe