Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Partai Aliansi Nasional tarik diri dari pemerintahan
  • Rabu, 17 Mei 2017 — 14:26
  • 1855x views

Partai Aliansi Nasional tarik diri dari pemerintahan

Partai Aliansi Nasional (NAP) menarik seluruh menterinya yang menjabat dalam pemerintahan di bawah Perdana Menteri Peter O’Neill.
Pimpinan Partai Aliansi Nasional (NAP), Patrick Pruaitch./looppng.com
Post Courier
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Moresby, Jubi – Partai Aliansi Nasional (NAP) menarik seluruh menterinya yang menjabat dalam pemerintahan di bawah Perdana Menteri Peter O’Neill. Pimpinan NAP sekaligus mantan Menteri Keuangan Patrick Pruaitch mengatakan bahwa anggota parlemen dari NAP juga ikut tarik diri demi mengikuti arahan pimpinannya.

Anggota parlemen dari NAP yang kemarin mengumumkan pengunduran dirinya yaitu Pruaitch sendiri, Sir Michael Somare, John Simon, Jim Simatab, Amkat Mai, Salio Waipo, Richard Mendani, termasuk presiden partai Walter Schnaubelt. Schnaubelt mengatakan setelah pemilu 2012, Partai Kongres Nasional (PNC) memenangkan mandat untuk membentuk pemerintahan.

Saat itu, NAP adalah partai politik pertama yang mengajak PNC untuk membentuk pemerintahan koalisi. “Dengan menerima ajakan, NAP berkomitmen untuk menghormati mandat yang diberikan rakyat kepada PNC selama lima tahun. Masa pelaksanaan mandat ini berakhir pada 20 April 2017,” ujarnya.

Selama lima tahun bersama pemerintahan, NAP melakukan segala yang terbaik di masa sulit sekalipun untuk mendukung pemerintahan yang dipimpin PNC. “Ada saatnya kami mengatakan ya, ada saatnya kami mengatakan tidak. Kami tetap menghormati perdana menteri dan ia memiliki kekuasaan untuk mengangkat atau memberhentikan para menterinya,” tuturnya.

Schnaubelt juga menyebut bahwa langkah politik NAP ini bagai perceraian dalam sebuah perkawinan dan mereka akan terus maju melanjutkan hidup. “Ini saatnya mendulang peluang bagi NAP untuk mendapat mandat rakyat. Sebagai partai politik, kami sedang berusaha memenangkan kursi yang cukup untuk memimpin pemerintahan berikutnya,” ujarnya.

Atas langkah politik NAP, PM O’Neill menyambut baik. Bagi dia, keputusan itu cepat atau lambat akan diambil. Partai dan pemerintahannya akan terus melanjutkan kepemimpinan meski tanpa NAP. “Kami ucapkan terima kasih atas dukungan mereka selama lima tahun ini. Kebijakan pemerintahan yang dipimpin oleh PNC adalah kebijakan yang disetujui anggota NAP di parlemen,” ujar O’Neill. **

loading...

Sebelumnya

Polusi plastik terburuk berada di Pasifik

Selanjutnya

Pemerintah PNG deportasi personel keamanan AS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4879x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2803x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe