Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Nelayan Distrik Demta memilih langsung jual ikan di pinggir jalan
  • Kamis, 18 Mei 2017 — 11:45
  • 1994x views

Nelayan Distrik Demta memilih langsung jual ikan di pinggir jalan

“Kami tidak bawa ke Pasar Pahara Sentani, tapi ke pinggir jalan ini dan terjualnya lebih cepat, kalau kami datang jam 9 pagi, pukul 3 sore sudah habis,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (17/5/2017).
Elly Awitowu dan rekan-rekannya saat berjualan di bahu jalan Sentani Depapre - Jubi / Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi – Sejumlah nelayan di Distrik Demta, Kabupaten Jayapura memilih langsung menjual ikan hasil tangkapannya di pinggir jalan.Mereka menjual dengan harga jauh lebih murah dari pasar agar cepat laku.

Elly Awitowu, salah seorang nelayan yang berasal dari Tanah Merah mengatakan,ia bersama beberapa rekannya menyewa mobil pick-up untuk membawa ikan ke lokasi penjualan.

“Kami tidak bawa ke Pasar Pahara Sentani, tapi ke pinggir jalan ini dan terjualnya lebih cepat, kalau kami datang jam 9 pagi, pukul 3 sore sudah habis,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (17/5/2017).

Ia mengatakan menjual ikan dengan harga bervariasi, namun lebih murah dari pasar. Ikan cumbung Rp30 ribu seonggok, sedangkan yang paling besar Rp300 ribu.

“Yang penting ikan yang kami bawa cepat habis, sebab kami jual ini hanya untuk tambah-tambah kebutuhan hidup saja,” kata pemuda 30 tahun ini.

Ia mengatakan pendapatan tertinggi Rp2,5 juta dan terendah Rp1,5 juta. Sebanyak Rp500 ribu digunakan untuk membayar sewa mobil pick up.

Para nelayan ini mendapatkan tangkapan ikan lebih banyak saat bulan gelap. Tapi Mei ini adalah bulan terang sehingga tangkapan sedikit.

Elly mengatakan, saat bulan gelap bisa menjual dua coolbox. Sedangkan bulan terang hanya satu atau setengah coolbox.

Seorang pembeli, Endang mengakuk lebih memilih ikan yang dijual di pinggir jalan tersebut daripada di pasar karena ikannya segar.

“Saya kalau lewat pasti beli karena segar sehingga rasanya enak, kalau yang di pasarkan kita tidak tahu itu baru atau lama,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

BUMD diharapkan bisa ikut menjaga harga di Papua

Selanjutnya

Tak hanya kuliah, pemuda Pegunungan Bintang ini juga buka usaha

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9093x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6356x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5998x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4395x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe