Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Belasan mahasiswa politeknik pertanian      Yasanto direkrut jadi relawan PSE
  • Jumat, 19 Mei 2017 — 08:43
  • 1728x views

Belasan mahasiswa politeknik pertanian      Yasanto direkrut jadi relawan PSE

Merauke, Jubi - Kurang lebih 13 mahasiswa Politeknik Pertanian Yayasan Santo Antonius (Yasanto)  direkrut menjadi relawan Komisi Pengembangan Ekonomi Sosial (PSE) Keuskupan Agung Merauke untuk pembuatan pupuk organik dan membuka lahan seluas satu hektare guna ditanami sayur-sayuran maupun padi.
Beberapa bedeng yang telah ditanami sayur-sayuran – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Kurang lebih 13 mahasiswa Politeknik Pertanian Yayasan Santo Antonius (Yasanto)  direkrut menjadi relawan Komisi Pengembangan Ekonomi Sosial (PSE) Keuskupan Agung Merauke untuk pembuatan pupuk organik dan membuka lahan seluas satu hektare guna ditanami sayur-sayuran maupun padi.

Ketua Komisi PSE Keuskupan Agung Merauke, Bruder Johny Kilok kepada Jubi Kamis (18/5/2017) menjelaskan, lahan tersebut, kini sudah dibuka dan ditanami padi, juga dibuatkan bedeng  sayur-sayuran.

“Memang ada tujuan besar kedepannya. Lahan yang ada di seputaran Jalan Misi itu, akan dijadikan sebagai tempat pembelajaran bagi siapa saja tentang pengelolaan dan pembuatan pupuk organik baik padat maupun cair,” ujarnya.

Pupuk organik yang dihasilkan, lanjut Bruder Johny, akan dimanfaatkan untuk memupuk tanaman padi maupun sayuran. “Saya sebagai Ketua PSE menggagas dan sudah menggunakan pupuk organik di beberapa lokasi,” katanya.

Ditambahkan, program dimaksud yang ingin dijalankan kembali. Ini juga sebagai jawaban terhadap hasil sidang Sinode Keuskupan Agung Merauke beberapa bulan silam. Dimana, secara tidak langsung menggerakan ekonomi umat.

Suyadi, seorang warga Distrik Tanah Miring mengaku, selama ini petani kesulitan mendapatkan pupuk saat datang musim tanam. Olehnya, perlu ada perhatian khusus dari pemerintah  menambah kuota pupuk lagi.

“Terus terang, kalau datang mulai tanam, kita sangat sulit membeli pupuk. Ini yang mestinya harus responi cepat oleh  Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke,” tutupnya. (*)

loading...

#

Sebelumnya

Dua WNA awak pesawat asing ditangani Kemenhub RI

Selanjutnya

Masyarakat OAP di kampung  Kamanggi  mulai mandiri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe