TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Alat pertanian bantuan Kementan mangkrak di Tambrauw
  • Sabtu, 20 Mei 2017 — 10:48
  • 1896x views

Alat pertanian bantuan Kementan mangkrak di Tambrauw

Manokwari, Jubi – Sejumlah alat pertanian bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) mangkrak di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.
Ilustrasi (Jubi/Borneonews.com)
ANTARA
[email protected]
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Manokwari, Jubi – Sejumlah alat pertanian bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) mangkrak di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Papua Barat Norbertus di Manokwari, Jumat (19/5/2017) mengatakan alat pertanian berupa traktor tangan dan alat tanam tersebut sudah sekitar setahun terparkir di halaman kantor dinas.

“Jumlahnya kurang lebih ada 20-an, belum pernah dipakai sejak didatangkan pada awal 2016. Setiap hari kena hujan dan panas karena terpal penutupkan sudah lapuk,” katanya.

Dia menyebutkan, sesuai informasi beberapa pegawai kantor Dinas Pertanian setempat, bantuan tersebut tidak bisa didistribusikan karena tidak ada anggaran distribusi yang diserahkan Kementerian kepada daerah.

Di sisi lain, katanya, pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran untuk membiayai distribusi bantuan tersebut. Pihak Dinas Pertanian berasumsi seluruh pembiayaan terkait pengadaan tersebut menjadi kewenangan kementerian.

“Orang Kementerian hanya datang dan menyerahkan bantuan. Setelah itu langsung kembali ke Jakarta,” katanya.

Sesuai keterangan, pegawai dinas juga, kata Norbertus, biaya pendistribusian barang di daerah tersebut cukup mahal, karena medan jalan sulit dilalui.

“Hanya bisa di angkut dengan kendaraan doble gardan. Tidak bisa pakai truk karena beresiko,” ujarnya.

Terkait temuan tersebut, ia mengaku sudah melayangkan surat kepada Kementan mempertanyakan proyek tersebut, namun hingga saat ini belum ada jawaban.

“Ini proyek mubazir, berapa besar anggaran negara yang dikeluarkan. Alat tidak digunakan, entah masih bisa dioperasikan atau tidak. Rumput setinggi lutut sudah mengelilingi alat-alat tersebut,” katanya. (*)


 

loading...

#

Sebelumnya

Raja Ampat akan bangun pusat informasi turis di Arborek

Selanjutnya

 Gempa 4,4 SR guncang Kabupaten Teluk Bintuni

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat