close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. O’Neill memilih terus menambah utang
  • Senin, 22 Mei 2017 — 13:25
  • 1145x views

O’Neill memilih terus menambah utang

Kendati menuai banyak kritik, pemerintah Papua Nugini memilih akan terus menambah jumlah utang luar negerinya demi memperlancar pembangunan infrastruktur di dalam negerinya.
Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill./postcourier.com.pg
Post Courier
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Moresby, Jubi –  Kendati menuai banyak kritik, pemerintah Papua Nugini memilih akan terus menambah jumlah utang luar negerinya demi memperlancar pembangunan infrastruktur di dalam negerinya. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill di sela peletakkan batu pertama jalan tol dari Bautama ke Moresby South yang ia sebut sebagai Jalan Tol Sir Reuben Taureka, Minggu (21/5/2017).

Jalan tol ini membentang sepanjang 12 kilometer dan menelan dana senilai 145 juta Kina. “Ketika Anda membuat semacam kritik negatif yang tidak konstruktif, maka apa yang Anda perbuat itu sesungguhnya hanya hal bodoh. Itu artinya, saya berjalan di jalan yang benar dengan membangun lebih banyak jalan, sekolah, rumah sakit, bandara, dan infrastruktur lainnya untuk rakyat,” ujar O’Neill.

Menurut O’Neill, ia meminjam utang karena pemerintahnya mampu membayarnya kembali. “Kita tidak pernah gagal bayar utang sejak kemerdekaan tahun 1975. Ekonomi kita tumbuh hampir dua kali lipat selama lima tahun terakhir, artinya kita punya kapasitas untuk membayar kembali pinjaman atau utang yang kita ajukan,” katanya.

Pelaku perbankan tidak akan pernah berani memberikan utang kepada Papua Nugini jika negara itu tidak mampu membayar. Hal itu, kata dia, adalah anggapan yang berlaku umum, bukan hanya terhadap pemerintah melainkan juga terhadap pelaku bisnis. Oleh karena itu, rakyat Papua Nugini seharusnya tidak usah takut dengan masalah utang luar negeri ini.

Kurang lebih 99 persen negara di dunia ini meminjam dana kepada pihak lain untuk membangun infrastruktur demi pertumbuhan ekonomi dan membangun negara mereka. Begitu pula Papua Nugini, kata, bukan pengecualian.

“Negara-negara itu tidak mungkin melakukannya jika mereka punya solusi lain. Percayalah, saya pasti juga sudah menemukan solusi lain. Saya tidak buta, saya tidak bodoh. Saya tahu betul apa yang saya lakukan dan itulah mengapa saya terus melanjutkan untuk membangun infrastruktur,” katanya.

Menurut O’Neill, industri konstruksi di Papua Nugini menyerap ribuan tenaga kerja warga lokal Papua Nugini. Oleh karena itu, pemerintah terus menambah volume investasi di bidang ini. Hal ini bukan hanya diterapkan di Port Moresby, melainkan juga di seluruh wilayah negeri itu.

Ia menunjukkan bukti pembangunan jalan tol di Highlands yang berdampak baik bagi ekonomi masyarakat. Dua pekan lalu, pemerintahnya memberikan kontrak kerja ke Dekenai Construction untuk memperbaiki jalan dari Jembatan Laloki ke Kerema.

“Hari ini Anda bisa rasakan berkendaraan dari Port Moresby ke Kerema melewati jalan yang sudah diaspal namun masih banyak lubang. Kami ingin tidak ada lagi lubang di seluruh jalanan di negeri ini. Ini adalah proyek awal kerjasama kita dengan Bank Dunia untuk mengatasi masalah ini,” katanya.

Sesumbar

Sesumbar mengenai utang luar negeri ini disampaikan O’Neill untuk menjawab kritik para lawan politiknya. Terlebih, saat ini adalah momen pemilu nasional dimana rakyat bisa leluasa mengevaluasi pemerintahannya. Ia meyakinkan rakyat bahwa banyak proyek infrastruktur dan pelayanan dasar lainnya yang telah diberikan selama ia menjabat lima tahun terakhir jauh lebih banyak dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

“Di pemerintahan tahun 1999-2011 ketika negara memiliki banyak kekayaan dan miliaran Kina hanya nangkring di rekening, apa yang telah mereka bangun? Lalu orang-orang ini mau memimpin negeri ini; Anda tanyakan dulu pada mereka, apa yang telah mereka bangun? Mereka tidak membangun apa-apa, nol; tidak satu pun ruas jalan, sekolah dan rumah sakit,” katanya.

Selain infrastruktur, poin kampanye unggulan O’Neill lainnya yaitu di bidang pendidikan. O’Neill mengampanyekan pendidikan gratis bagi rakyat. Berbicara di Desa Keapara, Provinsi Central pekan lalu, O’Neill mengatakan bahwa kebijakan pendidikan gratis ini juga mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa-bangsa.

Lawan politiknya, Don Polye mengkritik kebijakan pendidikan gratis di masa pemerintahan O’Neill yang banyak diwarnai korupsi. Selain itu, sekolah tidak mendapat jatah anggaran yang sesuai sehingga banyak keterlambatan dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Memang banyak masalah dan tantangan, dan kami pahami itu. Namun, daripada kita menghapus kebijakan pendidikan gratis, para pengkritik ini seharusnya membantu untuk memperbaikinya dan bukan dengan menendang anak-anak tidak mampu dari sekolah dengan cara harus membayar biaya sekolah,” ujarnya.

O’Neill yakin bahwa pemberian hak setara bagi semua anak untuk meraih tingkat pendidikan yang tinggi adalah warisan Partai Kongres Rakyat Nasional dan pemerintahan yang ia pimpin. Dan siapapun nanti yang menjadi pemenang pemilu, ia ingin agar kebijakan ini tetap berjalan.

“Otak manusia tidak sama antara yang satu dengan lain. Tidak semua manusia memiliki kemampuan belajar yang sama. Namun, tidak berarti mereka tidak memiliki hak belajar. Itulah mengapa kita ingin memastikan kebijakan ini tetap berjalan. Saya tahu ini tidak murah, tapi kita harus terus saling memberi demi pendidikan yang setara,” tuturnya. **

loading...

Sebelumnya

Selandia Baru dan Australia akhirnya berikan dana COP23 ke Fiji

Selanjutnya

Girardin kembali nyatakan komitmen dukung referendum Kaledonia Baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4947x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4326x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4034x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2524x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2476x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe