Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Pemerintah diminta serius perhatikan Komunitas Sastra Papua
  • Senin, 22 Mei 2017 — 14:01
  • 1223x views

Pemerintah diminta serius perhatikan Komunitas Sastra Papua

Ko’Sapa meluncurkan tiga buku sastra, yaitu Antologi Cerpen “Aku Peluru Ketujuh” karya Teopilus B. Tebai, Kumpulan Puisi “Kansina Fananin” karya Jingga Kamboja, dan Tetesan Embun Inspiras Dari Papua karya Aleks Giyai.
Pater Dr. Neles Tebay, Pr (kanan) saat peluncuran tiga buku sastra Papua – Jubi/ Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Ketua STFF “FT” Abepura, Jayapura P. Dr. Neles Tebay, Pr mengatakan, momentum peluncuran tiga buku sastra Papua sangat tepat untuk meminta Pemprov Papua serta Pemkab dan Pemko di Papua memperhatikan nasib komunitas sastra, terutama Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa).

“Pemeritah daerah agar membuat kebijakan untuk membantu proses penerbitan selanjutnya dan pendistribusian hasil terbitan, sebab dana otonomi khusus yang dikelola pemda harus memperhatikan  Ko’Sapa karena mereka mengangkat nilai-nilai budaya melalui karya tulis sastra,” katanya saat berbicara pada acara peluncuran di Aula Tunas Harapan Jayapura, Sabtu (21/5/2017).

Ko’Sapa meluncurkan tiga buku sastra, yaitu Antologi Cerpen “Aku Peluru Ketujuh” karya Teopilus B. Tebai, Kumpulan Puisi “Kansina Fananin” karya Jingga Kamboja, dan Tetesan Embun Inspiras Dari Papua karya Aleks Giyai.

“Pemerintah daerah perlu membantu proses peningkatan Sastra Papua ini, kita harapkan untuk membantu dana pencetakan karya-karya sastra Papua, juga membantu distribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Tanah Papua ini, karena dua hal ini susah ditangani oleh Ko’Sapa,” ujar Neles Tebay.

Menurutnya bantuan tersebut tidak perlu banyak, hanya agar karya anak-anak negeri ini bisa ditemukan di semua sekolah, mulai dari SD hingga SLTA.

“Mari kita menulis sastra Papua tentang Papua ini, kita sendiri yang harus tulis supaya keaslian Papua itu Nampak, karena itu yang paling utama bagi generasi muda Papua ialah mulailah menulis sastra,” katanya.

Pendiri Ko’Sapa, Andy Tagihuma mengatakan, didirikannya komunitas tersebut karena minimnya perkembangan sastra di Papua yang menjadi tantangan serius dewasa ini. Kekhawatiran tumbuh seiring  begitu cepatnya modernisasi dan orang Papua yang masih mengidap budaya tutur.

“Tentang ini justru bukan untuk membuat kita mundur, tapi satu kekuatan baru untuk menumbuhkembangkan sastra di tengah arus modernitas di Tanah Papua,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Direktur RSUD Yowari punya ide bangun rumah duka

Selanjutnya

Mahasiswa Stiper pilih PKL di kampus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4662x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2759x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2652x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe