Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Advertorial
  3. Gubernur minta pengawasan penumpang kapal diperketat
  • Senin, 22 Mei 2017 — 14:04
  • 1845x views

Gubernur minta pengawasan penumpang kapal diperketat

“Saya berharap kedepan tingkat pengamanan khususnya di Pelabuhan Biak sudah harus diperketat sehingga tingkat kenyamanan di atas kapal bisa terjamin dan tidak ada terjadi kriminalitas. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak Dirjen Perhubungan Laut untuk bagaimana mengatasi persoalan yang kerap terjadi di kapal laut,” tegasnya.
Gubernur Papua Lukas Enembe saat berbicang dengan salah satu pedagang di atas Kapal Motor Sinabung milik PT. Pelni - IST
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe meminta PT. Pelni untuk memperhatikan kapal-kapal penumpang yang masuk di wilayah Papua. Hal ini dirasa perlu mengingat kondisi yang terjadi saat ini sudah tidak sehat dan perlu perhatian khusus.

"Saya terakhir naik kapal Desember 1995 dari Bitung-Jayapura. Jelas keadaan kapal masih lebih bagus dulu ketimbang sekarang," kata Enembe kepada wartawan, di Jayapura usai melakukan perjalanan dinas dari Biak-Jayapura dengan menggunakan Kapal Motor Sinabung beberapa waktu lalu.

Ia tekankan, pengawasan terhadap penumpang sebelum naik kapal harus dilakukan dengan ketat, karena semua "penyakit" ada di atas kapal baik Narkoba, minuman beralkohol (minol) sampai dengan sex bebas. "Kalau model seperti ini tidak bisa. Apalagi saat ini banyak terlihat orang berjualan dengan bebas. Ini tidak bisa karena ini kapal milik pemerintah," ucapnya.

"Kami harap ini harus ditertibkan apalagi ini kapal mahal, apalagi operasionalnya. Untuk itu perlu dijaga dengan baik karena dibeli dengan harga mahal, oleh karena itu setiap orang yang naik di atas kapal harus bersih. Tadi saya lihat banyak kotoran dan ludah pinang, ini tidak boleh," tambahnya.

Menurutnya, harus ada jadwal rutin minimal sebulan sekali kapal naik dok, jangan selalu beroperasi terus menerus tanpa memperhatikan fasilitas maupun kebersihan. Apalagi ruang yang paling banyak digunakan masyarakat adalah kelas ekonomi, sehingga perlu dibenahi mulai dari kebersihan hingga ketersediaan makanan bagi penumpang.

"Apalagi hampir sebagian besar masyarakat Indonesia kelas bawah naik kapal ini, kalau bisa ada pengadaan kapal yang lebih baru lagi untuk menggantikan yang sudah tua-tua."

Selain itu, ujar Gubernur Enembe, pengamanan harus diutamakan guna menertibkan setiap barang  yang naik atau turun. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari adanya miras maupun narkoba.

Disamping itu, masyarakat juga harus sadar saat menggunakan transportasi ini, karena operasionalnya sangat mahal, sehingga tidak boleh seenaknya buang sampah atau ludah pinang di sembarang tempat. "Keamanan harus diperketat, jangan membiarkan penumpang dengan seenaknya naik tanpa ada pemeriksaan," ucapnya.

Menanggapi itu, dirinya berharap sebelum hari mudik seluruh kapal-kapal milik Pelni yang akan masuk di Papua naik dok terlebih dulu. Jangan dalam keadaan seperti ini baru mengangkut penumpang, tidak boleh. "Keinginan Presiden Jokowi sudah jelas yakni tol laut, sehingga harus diperkuat dengan fasilitas yang lebih memadai, sehingga harus menambah kapal baru," kata Enembe.

Ditempat yang sama, Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak yang mewakili para Bupati di Pegunungan Tengah mengaku bahwa hal ini sesuatu yang baru terjadi di Papua. Dimana Gubernur Papua menaiki kapal penumpang dan didampingi oleh sejumlah pejabat di Papua.

“Saya merasa bangga karena kehadiran Gubernur di kapal ini melambangkan Gubernur tidak hanya melihat ketas tapi bisa melihat kebawah dengan melihat kondisi masyarakat naik kapal itu bagaimana,”ungkapnya.

Bupati Mamteng juga menyampaikan terimakasih kepada pihak PT Pelni yang sudah menerima rombongan Gubernur dan memberikan fasilitas serta mengantarkan tiba di Kota Jayapura.

“Saya merasa senang dan atas nama seluruh Bupati di Papua menyampaikan terimakasih kepada Gubernur yang punya inisitif untuk mengambil suatu keputusan naik kapal laut pulang ke Jayapura,”imbuhnya.

Kemudian Ketua DPRP, Yunus Wonda menjelaskan, dengan kehadiran Gubernur diatas kapal bisa menyakinkan masyarakat bahwa perlunya kesadaran untuk menjaga, memiliki dan memberikan kenyamanan kepada penumpang lainnya termasuk tidak membuang ludah pinang sembarang dan bahkan mengkomsumsi miras.

Menurutnya, dengan kondisi dimana Gubernur langsung melihat keadaan di kapal maka akan menjadi masukan untuk DPRP perlu membahas dan mendesain kedepan untuk bagaimana mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga kapal bahkan memiliki rasa kesadaran.

Senada dengan itu, anggota DPR- RI dari Partai Demokrat Dapil Papua, Willem Wandik mengaku, dengan melihat tingkat penggunaan moda transportasi laut di Indonesia cukup tinggi khususnya pada peringatan hari-hari besar keagamaan sehingga dinilai penting adanya penambahan armada laut yang baru lebih khusus lagi untuk wilayah timur.

Hal ini, diakuinya, dilakukan dalam rangka mempermudah pelayanan kepada masyarakat khususnya di Papua.

"Penambahan armada kapal baru ini juga demi kepentingan PON XX Tahun 2020 di Papua untuk membawa peserta PON dari seluruh Indonesia. Dengan demikian hal ini juga dipandang perlu yang akan dibahas di tingkat komisi yang membidangi," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sangat menyayangkan dengan sikap dan perilaku oknum penumpang yang kerap membuang sampah tidak pada tempatnya termasuk adanya penumpang yang mabuk sehingga mengganggu ketertiban selama diatas kapal.

“Saya berharap kedepan tingkat pengamanan khususnya di Pelabuhan Biak sudah harus diperketat sehingga tingkat kenyamanan di atas kapal bisa terjamin dan tidak ada terjadi kriminalitas. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak Dirjen Perhubungan Laut untuk bagaimana mengatasi persoalan yang kerap terjadi di kapal laut,” tegasnya.

Secara terpisah Kapten Kapal Motor Sinabung, Djimi mengatakan penertiban bagi penjual-penjual ilegal diatas kapal sudah sering ditertibkan, yakni dengan melakukan pemeriksaan tiket.

"Intinya mereka adalah penumpang, namun ketika sudah dikapal berjualan. Sebenarnya kami sudah tertibkan terus menerus," kata Djimi.

Mengenai keberadaan minuman beralkohol, ujar ia, kebanyakan penumpang membawa dari darat, karena memang diatas kapal tidak menjual barang tersebut. Untuk itu, harapkan pemeriksaan setiap penumpang pada saat mau naik harus diperketat.

"Kami ini hanya bertugas melayani penumpang, sementara untuk memeriksa bawaan penumpang adalah petugas darat. Sebenarnya kami kecewa ketika melihat ada penumpang yang mengkonsumsi miras diatas kapal, apalagi sering terjadi pemukulan terhadap anak buah kapal (ABK)," ucapnya.

Dia menambahkan, peraturan diatas kapal selalu ketat, namun kejadiaanya selalu terjadi ketika penumpang tersebut sudah diatas kapal, seharusnya dari Pelindo yang pertegas pemeriksaan di darat.

"Biasanya kami juga melakukan sweeping di atas kapal, dan kalau ada kedapatan penumpang yang membawa miras kami langsung sita. Kalau masalah perawatan, satu tahun sekali pasti kapal ini akan naik dok selama 22 hari," tutupnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Barisan Muda Papua Bangkit dalam aksi tanam pohon untuk masyarakat

Selanjutnya

Gubernur Papua dinobatkan sebagai "Tokoh Pembangun Daerah Indonesia Timur"

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe