Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. SPKEP-SPSI Mimika minta Disnaker jalankan aturan
  • Senin, 22 Mei 2017 — 14:26
  • 2911x views

SPKEP-SPSI Mimika minta Disnaker jalankan aturan

Aser mengatakan ribuan karyawan Freeport sedang mogok kerja dan terus melakukan demonstrasi dengan tuntutan agar disnaker melindungi hak-hak para pekerja. “Kalau tidak diindahkan lagi maka kami siap segera kembali duduki kantor disnaker. Di mana keadilan bagi pekerja,” katanya bertanya.
Aksi ribuan karyawan yang tergabung dalam SPKEP-SPSI di Timika baru-baru ini - Doc. SPKEP-SPSI Mimka
Abeth You
Editor : Yuliana Lantipo
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP-SPSI) Kabupaten Mimika mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat untuk menjalankan aturan sesuai UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

“Mogok kerja yang sedang berlangsung ini di Mimika secara resmi sebagai dinas yang tidak jalankan aturan dan belum nyatakan sikap yang jelas untuk pekerja ini. Sebagai kepala dinas, tidak bisa melakukan kegiatan yang di luar. Selama ini kami membuktikan kepala dinas belum menyatakan sikap untuk mediasi menejemen dan serikat pekerja,” kata Pimpinan Cabang SPKEP-SPSI Mimika, Aser Gobai kepada Jubi di Jayapura, Minggu, (21/5/2017).

Aser mengatakan ribuan karyawan Freeport sedang mogok kerja dan terus melakukan demonstrasi dengan tuntutan agar disnaker melindungi hak-hak para pekerja. “Kalau tidak diindahkan lagi maka kami siap segera kembali duduki kantor disnaker. Di mana keadilan bagi pekerja,” katanya bertanya.

 “Kami meminta Kadin mampu menyelesaikan masalah yang sedang terjadi ini, karena menurut kami mogok yang sedang berlangsung itu sah. Sebab, kami telah memenuhi persyaratan yang disyaratkan oleh UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Jadi kita tidak bisa baku tipu, karena kami percaya bahwa selama 50 tahun beroperasi PT. Freeport Indonesia (PTFI) pekerja asli Papua menganggur terlalu banyak,” paparnya.

Ditambahkan, apalagi beberapa peluang telah dimonopoli oleh oknum yang berkepentingan di dalam perusahaan. Sehingga, kekosongan kerja yang harusnya direkrut, malahan diberi kesempatan dengan konsorsium. “Padahal tenaga konsorsium itu sudah dilarang UU baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” katanya.

Pekerja serikat, Yonan (33) mengatakan, apa yang dituntut merupakan haknya sebab salah satu dari hasil itu adalah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Dinas Tenaga Kerja Mimika harus wujudkan kehidupan yang adil bagi kami (pekerja) dengan berjumlah 8.000 lebih di lingkungan Freeport, privatisasi dan kontraktor,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketua DPD Partai Golkar Intan Jaya akan lakukan konsolidasi organisasi

Selanjutnya

PHK Freeport berlanjut, SPSI optimis penyelesaian internal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4800x views
Nasional & Internasional |— Jumat, 05 Oktober 2018 WP | 4690x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4181x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3617x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe