Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Masyarakat adat belajar pengembangan kapasitas dan hak legal
  • Selasa, 23 Mei 2017 — 14:11
  • 1777x views

Masyarakat adat belajar pengembangan kapasitas dan hak legal

Nabire, Jubi - Yayasan Pusaka Jakarta, ELSHAM dan LBH Papua  dan suku besar Yerisiam Gua untuk menggelar lokakarya dan pelatihan pengembangan kapasitas dan hak legal masyarakat adat Papua.
Peserta pelatihan sedang mengikuti materi – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi - Yayasan Pusaka Jakarta, ELSHAM dan LBH Papua  dan suku besar Yerisiam Gua untuk menggelar lokakarya dan pelatihan pengembangan kapasitas dan hak legal masyarakat adat Papua.

Penanggungjawab Kegiatan Andre Barahamin dari Yayasan Pusaka Jakarta, Senin (22/5/2017) mengatakan pelatihan tersebut bertujuan agar komunitas – komunitas Orang Asli Papua (OAP), khususnya yang berada di Kabupaten Nabire mengetahui dan memiliki pengetahuan dasar tentang hak – hak mereka sebagai OAP terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan kemungkinan konflik – konflik yang akan terjadi.

“Pelatihan ini bisa memberikan pengetahuan agar supaya masyarakat adat di Papua khususnya di Nabire tahu dan bisa berhadapan dengan konflik terkait sumber daya alam di atas tanah hak ulayat mereka,” katanya.

Peserta juga diharapkan mampu menjadi pelopor masyarakat untuk melakukan perubahan sosial dan dapat mengembangkan kapasitas advokasinya, serta mengetahui dokumen dan gambaran situasi dan analisa sosial, ekonomi, budaya, hukum dan lingkungannya.

“Kami berharap para peserta bisa mengikuti dengan baik agar nantinya diterapkan dan dilanjutkan kepada masyarakat sebagai pemilik hak ulayat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire Henman Sayori menyatakan kegiatan ini sangat positif sebab untuk memperjuangkan hak – hak, masyarakat tidak bisa tampil secara perorangan.

“Kita harus tampil dan berjuang secara organisasi dan melalui wadah yang mempunyai legalitas,” ujarnya.

Sayori berharap melalui kegiatan tersebut peserta bisa mengenal dirinya sebagai orang adat Papua. “Hak kita seperti apa, yang sedang menimbulkan masalah antara masyarakat, pemerintah dan investor,” katanya.

Kegiatan diikuti oleh 25 peserta terdiri dari perwakilan suku – suku yang ada di Kabupaten Nabire, LMA, DAP Papua serta perwakilan jurnalis. Kegiatan akan berlangsung selam tiga hari, 22  hingga 24 Mei 2017.(*)

loading...

#

Sebelumnya

Masyarakat Numfor nikmati listrik 24 jam

Selanjutnya

Biak dan Supiori tingkatkan pemeriksaan Malaria

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat